Sabtu, November 27, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalPemkab Sidoarjo Siap Gelar Pilkades Serentak, Usulkan Anggaran Rp23 Miliar

Pemkab Sidoarjo Siap Gelar Pilkades Serentak, Usulkan Anggaran Rp23 Miliar

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo mulai bersiap untuk kembali menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, rencananya akan dilaksanakan bulan Juni, tahun 2022.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo saat ini sedang membahas anggaran kebutuhan Pilkades yang akan diikuti 88 desa.

“Anggarannya masih diusulkan sebesar Rp23 Miliar, untuk 88 Desa,” kata Fredik Suharto Kepala Dinas PMD Sidoarjo saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2021).

BACA JUGA: Tuntut Kejelasan Tahapan Pilkades, Ratusan Massa Kepung Kantor Bupati Probolinggo

Fredik menyebut tahun depan kembali digelar lantaran kades yang sudah habis jabatannya juga cukup banyak. Selain itu, ada pula kepala desa yang meninggal dunia.

“Ada 12 kepala desa yang meninggal, warga juga banyak yang menginginkan pemilihan kades lagi,” tambah Fredik.

Mantan camat waru itu menambahkan, awalnya, ada rencana untuk mengisi kekosongan jabatan itu dengan penggantian antar waktu (PAW) Kades.

Namun, wacana tersebut batal karena tidak seluruhnya setuju.

“Warga minim pendapat, jadinya disepakati sekarang diisi penjabat kepala desa sampai hasil Pilkades serentak tahun depan,” terang Fredik.

Setelah semua persiapan telah dilaksanakan, termasuk anggarannya, Fredik akan melakukan sosialisasi ke desa. Terkait mekanisme pemilihan, pembentukan panitia dan lainnya.

BACA JUGA: Kampar Bertekad Laksanakan Pilkades Terbaik di Indonesia

Sebab, Pilkades serentak mendatang selain menggunakan mekanisme pemilihan manual, juga menggunakan e-voting. Rencananya, ada 18 desa di 18 kecamatan yang akan menggunakan e-voting. Memang, tidak bisa semua desa karena keterbatasan alat.

“Tiap kecamatan ada satu desa yang e-voting,” katanya.

Namun, terkait desa mana yang akan melakukan e-voting, sampai saat ini masih belum disepakati. Sesuai usulan Komisi A DPRD Sidoarjo, desa yang menggelar e-voting adalah desa yang memiliki daftar pemilih tetap (DPT) banyak.

Sehingga, pelaksanaan Pilkades serentak akan lebih cepat di desa dengan DPT besar. “Sayang kalau hanya desa yang DPT kecil yang e-voting, misalnya hanya 3000-an orang DPT-nya,” pungkasnya. (ful/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR