Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsEkonomiPedagang Bendera Mengeluh Adanya Penurunan Omset Penjualan

Pedagang Bendera Mengeluh Adanya Penurunan Omset Penjualan

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – MADIUN – Adanya virus covid 19 yang selama ini melanda sangat dikeluhkan oleh para penjual bendera di Kabupaten Madiun Jawa Timur. Tahun lalu sebelum ada covid merkeka sehari bisa laku sampai Rp 1 juta, tapi sekarang penjualannya menurun drastis sehari hanya bisa mendapat Rp 300 ribu.

Beberapa penjual bendera mengaku omset penjualannya menurun drastis hingga 60%  dari penjualan tahun lalu.

Kepada nusadaily.com Nova Sofwandi penjual bendera asal Garut Jawa Barat ini mengeluh lantaran omset penjualanya sangat menurun hingga 60% dari tahun lalu. Dulu dirinya mengaku omsetnya bisa mencapai Rp 1 juta per hari. Tapi setelah adanya pandemi covid 19 ini hanya mendapatkan Rp 300 ribu.

“Kami dari Garut berenam kalo dulu ada orang lima belas yang jualan di sini. Untuk tempat berjualan kita sendiri sendiri ada yang di winong, Barat, Maospati, kincang dan saya di jiwan ini,” terangnya.

“Biasanya mendekati HUT RI gini sudah banyak pembeli yang datang tapi sampai saat ini masih sepi. Di sini kita menjual bermacam macam jenis bendera mulai dari jenis umbul umbul, layur, banir, bigroun, dan  bendera resplang.  Untuk harga juga berfariasi mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 200 ribu. Untuk yang ukuran kecil kita jual dengan harga Rp 10 ribu.” Jelasnya.(dani/aka)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - MADIUN - Adanya virus covid 19 yang selama ini melanda sangat dikeluhkan oleh para penjual bendera di Kabupaten Madiun Jawa Timur. Tahun lalu sebelum ada covid merkeka sehari bisa laku sampai Rp 1 juta, tapi sekarang penjualannya menurun drastis sehari hanya bisa mendapat Rp 300 ribu.

Beberapa penjual bendera mengaku omset penjualannya menurun drastis hingga 60%  dari penjualan tahun lalu.

Kepada nusadaily.com Nova Sofwandi penjual bendera asal Garut Jawa Barat ini mengeluh lantaran omset penjualanya sangat menurun hingga 60% dari tahun lalu. Dulu dirinya mengaku omsetnya bisa mencapai Rp 1 juta per hari. Tapi setelah adanya pandemi covid 19 ini hanya mendapatkan Rp 300 ribu.

"Kami dari Garut berenam kalo dulu ada orang lima belas yang jualan di sini. Untuk tempat berjualan kita sendiri sendiri ada yang di winong, Barat, Maospati, kincang dan saya di jiwan ini," terangnya.

"Biasanya mendekati HUT RI gini sudah banyak pembeli yang datang tapi sampai saat ini masih sepi. Di sini kita menjual bermacam macam jenis bendera mulai dari jenis umbul umbul, layur, banir, bigroun, dan  bendera resplang.  Untuk harga juga berfariasi mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 200 ribu. Untuk yang ukuran kecil kita jual dengan harga Rp 10 ribu." Jelasnya.(dani/aka)