Minggu, September 25, 2022
BerandaNewsRegionalPDIP Jember Tuding Faida Bohong Keluar Uang Rekom, Justru Partai Sumbang Dia

PDIP Jember Tuding Faida Bohong Keluar Uang Rekom, Justru Partai Sumbang Dia

NUSADAILY.COM – JEMBER – Wakil Ketua DPC PDIP Jember Tabroni menantang Bupati Jember Faida membuktikan ucapan tentang uang miliaran rupiah untuk mendapatkan rekom pencalonan dari partai politik.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Bahkan, Tabroni dengan tegas berani menuding Faida telah berbohong dalam perkataan, karena berbeda dengan kenyataan sesungguhnya.

“Kalau untuk rekom keluar uang bermiliar-miliar buktikan ke siapa? Itu kebohongan publik. Karena, tahun 2015 PDI Perjuangan mengeluarkan rekom kepada Faida tanpa ada mahar satu rupiah pun,” tegasnya kepada wartawan, Senin 7 September 2020.

Tabroni bicara demikian sekaligus sebagai kesaksiannya menjadi Ketua Tim Pemenangan Faida – KH Abdul Muqit Arief saat Pilkada tahun 2015. Saat itu juga Tabroni juga merangkap posisi Ketua DPC PDIP Jember.

Menurutnya, alih-alih Faida merogoh dompetnya, justru PDI-P yang membantu pembiayaan untuk pemenangan Pilkada lima tahun silam.

Sumbangan uang juga berasal dari DPP PDI-P beserta iuran para kader partai yang menjadi anggota DPRD di sejumlah daerah tetangga.

“DPP PDI Perjuangan mengeluarkan uang. Bahkan, Fraksi-fraksi yang ada di Jember, Lumajang, Bondowoso, Probolinggo kesini semua untuk mensupport memberikan uangnya,”

Tabroni merasa tidak habis pikir jika sekarang Faida berkata tidak jujur dan cenderung mendiskreditkan partai politik yang pernah berjasa mengantarkan ke posisi sebagai Bupati Jember.

Nasehatnya pada Faida bahwa pencapaian yang bersangkutan bukan lantaran diri sendiri, melainkan lebih karena sumbangsih dan peran banyak pihak.

“Pernyataannya ke publik tidak sesuai kenyataan. Kita tidak menginginkan pemimpin berbohong. Masyarakat harus pandai-pandai melihat dan mendengar,” pungkas Tabroni.

Faida Melunak

Belakangan sikap Faida cenderung melunak. Tidak lagi segarang saat berbicara tentang uang miliaran rupiah untuk rekom partai politik.

“Saya menyampaikan itu tidak untuk menyinggung siapa-siapa. Tapi pengalaman dan murni pandangan pribadi saya. Orang boleh menyetujui dan boleh mengkritisi,” ucapnya diplomatis.

Tekanan bicaranya sangat jauh berbeda jika dibandingkan saat Faida webinar dengan lembaga riset Cakra Wikara Indonesia tanggal 25 Agustus 2020 lalu.

“Kalau dalam pilkada itu mencari rekomendasi saja perlu uang bermiliar-miliar. Sementara gaji bupati rata-rata Rp6 juta, kalau ada insentif dan lain-lainnya. Dengan biaya puluhan miliar, saya pastikan sulit untuk menjadi pemimpin yang tegak lurus,” katanya kala itu.

Seperti diketahui, di Pilkada 2020 tidak ada satupun partai politik yang merekom Faida. Meskipun, ia sempat ikut penjaringan ke PDI-P.

Lantas, Faida memilih jalur perseorangan dengan menggandeng Dwi Arya Nugraha Oktavianto. (sut)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Bjorka Bak ‘Jailangkung’ Datang Tak Diundang Pergi Juga Tak Disuruh, Kini Lenyap Bak Ditelan Bumi

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Hacker yang menyebut dirinya sebagai Bjorka kayak ‘jailangkung’, datang tak diundang pergi juga tak disuruh. Sudah hampir seminggu sejak hacker Bjorka...