Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsRegionalPBNU Jaga Jarak, Sekalipun dengan Parpol Buatannya

PBNU Jaga Jarak, Sekalipun dengan Parpol Buatannya

NUSADAILY.COM – JEMBER – Keikutsertaan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dalam gelaran deklarasi calon Presiden oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar maupun dengan partai politik berbuntut panjang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal ini terlihat dari terbitnya surat panggilan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap pengurus cabang NU di dua daerah yang ada di Jawa Timur. Yaitu, kepada PCNU Sidoarjo, dan PCNU Banyuwangi.

Surat tersebut ditandatangani Ketua PB NU, Amin Said Husni bersama Wasekjen Nur Hidayat, atas arahan Ketua Umum PB NU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Baca Juga: Dilarang Rangkap Jabatan di PBNU, PWNU Pertegas Aturan Organisasi

Menurut Amin, PBNU saat ini menerapkan pola relasi dengan kekuasaan berupa jaga jarak terhadap politik praktis. Sehingga, pemanggilan bermaksud untuk meminta klarifikasi dan penjelasan dari pengurus yang terkait.

“PBNU ingin tabayyun, karena ini terkait dengan PCNU yang merupakan bagian dari struktur NU. Maka, PBNU ingin mendengar langsung dari mereka,” jelas Amin Said Husni saat dihubungi, Minggu, 23 Januari 2022.

Baca Juga: Ketum PBNU Mengapresiasi Polisi yang Menjerat Bahar Smith Tersangka Hoaks

PCNU Banyuwangi, tanggal 19 Januari 2022 membikin acara pengumpulan warga nahdliyin. Muhaimin Iskandar yang hadir menyatakan diri maju Pilpres 2024, lalu meminta restu kepada yang datang dalam acara tersebut.

Dalam waktu hampir bersamaan, PCNU Sidoarjo juga mengadakan acara pengumpulan MWC NU (pengurus tingkat kecamatan) yang turut melibatkan fungsionaris PKB.

Baca Juga: PBNU Minta Pernyataan Letjen Dudung soal Semua Agama Sama Dilihat dari Konteks Kebangsaan

Amin menyampaikan, pihaknya meminta dua pimpinan PC NU tersebut membuat laporan tertulis untuk kemudian dikemukakan secara langsung kepada Gus Yahya.

“Sejauh ini laporan (tentang aktivitas politik praktis) yang masuk ke PBNU baru untuk dua PCNU itu saja. Yang lain, termasuk di luar Jatim belum ada,” ungkap mantan Bupati Bondowoso periode 2008-2018 itu.

PCNU Banyuwangi maupun Sidoarjo dipanggil PBNU karena berkegiatan sama-sama terkait dengan PKB. Partai yang selama ini meraih mayoritas suara dari lumbung basis massa jamaah NU.

Baca Juga: Profil Ketua Umum PBNU, Aktif di HMI Sejak Kuliah

Namun, Amin beralasan, sekarang PBNU telah mengubah kebijakan organ dengan memberlakukan aturan netralitas pengurus NU terhadap semua partai politik serta aktivitas politik praktis. Aturan semacam ini juga sama berlaku bagi pengurus badan otonom NU.

“Ini bukan soal PKB atau bukan PKB. Tetapi seluruh struktur NU harus menjaga jarak yang sama terhadap semua partai politik. Termasuk juga badan otonom sebagai satu kesatuan yang utuh,” tegas Amin yang punya rekam jejak pernah turut menginisiasi pendirian PKB pada tahun 1998.

Baca Juga: Jabat Sekjen PBNU, Gus Ipul Komitmen Bangun Kota Pasuruan

Perihal netralitas NU demikian itu, tak lain kelanjutan dari seruan untuk berlaku adil dalam berhubungan dengan semua partai politik. Ditegaskan oleh Gus Yahya kala terpilih sebagai Ketua Umum PBNU di Muktamar Lampung pada Desember 2022 silam.

Gus Yahya memilih sikap bagi dirinya sendiri berikut pengurus NU yang masih aktif dalam struktur dilarang maju menjadi Capres, Caleg, dan atau calon kepala daerah.

Gus Yahya adalah putra dari KH Cholil Bisri. Salah seorang ulama yang merupakan pendiri PKB bersama KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan sejumlah tokoh-tokoh NU lainnya. (sut)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Usung Pembelajaran Bahasa, Sosial dan Budaya dalam MBKM, UM Gelar Seminar Nasional

NUSADAILY.COM – MALANG – Dalam rangka menyukseskan gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) khususnya bidang pembelajaran bahasa, sastra dan budaya. Departemen Sastra Jerman Universitas...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JEMBER - Keikutsertaan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dalam gelaran deklarasi calon Presiden oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar maupun dengan partai politik berbuntut panjang.

Hal ini terlihat dari terbitnya surat panggilan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap pengurus cabang NU di dua daerah yang ada di Jawa Timur. Yaitu, kepada PCNU Sidoarjo, dan PCNU Banyuwangi.

Surat tersebut ditandatangani Ketua PB NU, Amin Said Husni bersama Wasekjen Nur Hidayat, atas arahan Ketua Umum PB NU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Baca Juga: Dilarang Rangkap Jabatan di PBNU, PWNU Pertegas Aturan Organisasi

Menurut Amin, PBNU saat ini menerapkan pola relasi dengan kekuasaan berupa jaga jarak terhadap politik praktis. Sehingga, pemanggilan bermaksud untuk meminta klarifikasi dan penjelasan dari pengurus yang terkait.

"PBNU ingin tabayyun, karena ini terkait dengan PCNU yang merupakan bagian dari struktur NU. Maka, PBNU ingin mendengar langsung dari mereka," jelas Amin Said Husni saat dihubungi, Minggu, 23 Januari 2022.

Baca Juga: Ketum PBNU Mengapresiasi Polisi yang Menjerat Bahar Smith Tersangka Hoaks

PCNU Banyuwangi, tanggal 19 Januari 2022 membikin acara pengumpulan warga nahdliyin. Muhaimin Iskandar yang hadir menyatakan diri maju Pilpres 2024, lalu meminta restu kepada yang datang dalam acara tersebut.

Dalam waktu hampir bersamaan, PCNU Sidoarjo juga mengadakan acara pengumpulan MWC NU (pengurus tingkat kecamatan) yang turut melibatkan fungsionaris PKB.

Baca Juga: PBNU Minta Pernyataan Letjen Dudung soal Semua Agama Sama Dilihat dari Konteks Kebangsaan

Amin menyampaikan, pihaknya meminta dua pimpinan PC NU tersebut membuat laporan tertulis untuk kemudian dikemukakan secara langsung kepada Gus Yahya.

"Sejauh ini laporan (tentang aktivitas politik praktis) yang masuk ke PBNU baru untuk dua PCNU itu saja. Yang lain, termasuk di luar Jatim belum ada," ungkap mantan Bupati Bondowoso periode 2008-2018 itu.

PCNU Banyuwangi maupun Sidoarjo dipanggil PBNU karena berkegiatan sama-sama terkait dengan PKB. Partai yang selama ini meraih mayoritas suara dari lumbung basis massa jamaah NU.

Baca Juga: Profil Ketua Umum PBNU, Aktif di HMI Sejak Kuliah

Namun, Amin beralasan, sekarang PBNU telah mengubah kebijakan organ dengan memberlakukan aturan netralitas pengurus NU terhadap semua partai politik serta aktivitas politik praktis. Aturan semacam ini juga sama berlaku bagi pengurus badan otonom NU.

"Ini bukan soal PKB atau bukan PKB. Tetapi seluruh struktur NU harus menjaga jarak yang sama terhadap semua partai politik. Termasuk juga badan otonom sebagai satu kesatuan yang utuh," tegas Amin yang punya rekam jejak pernah turut menginisiasi pendirian PKB pada tahun 1998.

Baca Juga: Jabat Sekjen PBNU, Gus Ipul Komitmen Bangun Kota Pasuruan

Perihal netralitas NU demikian itu, tak lain kelanjutan dari seruan untuk berlaku adil dalam berhubungan dengan semua partai politik. Ditegaskan oleh Gus Yahya kala terpilih sebagai Ketua Umum PBNU di Muktamar Lampung pada Desember 2022 silam.

Gus Yahya memilih sikap bagi dirinya sendiri berikut pengurus NU yang masih aktif dalam struktur dilarang maju menjadi Capres, Caleg, dan atau calon kepala daerah.

Gus Yahya adalah putra dari KH Cholil Bisri. Salah seorang ulama yang merupakan pendiri PKB bersama KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan sejumlah tokoh-tokoh NU lainnya. (sut)