Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalPasien COVID-19 Kota Mojokerto Bertambah, Satu Meninggal Dimakamkan di Pemakaman Khusus

Pasien COVID-19 Kota Mojokerto Bertambah, Satu Meninggal Dimakamkan di Pemakaman Khusus

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Pasien positif COVID-19 di Kota Mojokerto kembali bertambah dua orang. Kini, tercatat total menjadi 15 pasien terkonfirmasi virus Corona dan satu di antaranya meninggal dunia, telah dimakamkan di pemakaman khusus COVID-19 Kota Mojokerto.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pasien 14 terkonfirmasi positif pada Rabu 4 Juni 2020 kemarin, perempuan berinisial TM merupakan penjual makanan. Warga berusia 44 tahun Kelurahan Meri Kecamatan Kranggan ini tak memiliki catatan rekam medis (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, liver, bahkan TBC.

“Hanya saja pasien TM memiliki gejala demam, batuk. Sudah melaksanakan rapid tes tanggal 26 Mei 2020, non reaktif,” jelas Juru Bicara Gugus Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Septiyanto, Kamis 4 Juni 2020.

Kendati hasil rapid tes non reaktif, tak menyurutkan petugas medis untuk melakukan tes swab. Hasil akhirnya menyatakan pasien 14 positif COVID-19 sejak Rabu 3 Juni 2020.

“Kemarin pukul 19.00 WIB, pasien positif 14 TM dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan di makam khusus COVID-19 di Balongsari,” ungkapnya kepada Nusadaily.com.

Sementara itu, pasien positif Covid-19 yang ke-15 merupakan karyawan swasta, bekerja di Surabaya. Pria berinisal B berusia 32 tahun warga Kelurahan Bloto Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto memiliki riwayat kesehatan yakni gejala batuk, demam, dan nyeri tenggorokan.

“Pasien 15 juga sudah melakukan rapid tesT dengan hasil non reaktif. Hanya saja tanggal 30 Mei 2020 kemarin hasil swabnya positif. Pasien saat ini dirawat di rumah sakit,” imbuh Gaguk kepada induk media Imperiumdaily ini.

Kedua pasien positif COVID-19 selama 14 hari ke belakang tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota. Petugas tracing pun masih melakukan pelacakan terhadap siapa saja yang melakukan komunikasi secara intens dengan kedua pasien. Kemudian akan dilakukan rapid tes terhadap orang-orang yang masuk dalam data tracing. (dyn/top)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR