Senin, September 27, 2021
BerandaNewsRegionalP3GI - Pemkot Pasuruan Hidupkan Kereta Jadul, Bangun Wisata Terintegrasi

P3GI – Pemkot Pasuruan Hidupkan Kereta Jadul, Bangun Wisata Terintegrasi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Masyarakat Pasuruan tentu tidak asing dengan Gedung Prop (Proefstation Oost-Java), yang berdiri pada jaman penjajahan Belanda. Hasil riset balai penelitian gula yang kini bernama Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) bahkan menjadi rujukan budidaya tebu dunia.

Seolah ingin membangkitkan kejayaan masa lalu, Pemkot Pasuruan akan membangun kawasan wisata dilahan milik P3GI. Kawasan wisata ini terintegrasi dengan wisata edukasi, wisata sejarah dan wisata religi.

Proses pembangunan di P3GI dimulai dengan penandatanganan MoU antara Wali Kota Pasuruan dengan Direktur Utama PTPN III (P3GI adalah anak usaha PTPN III) yang digelar di Pendopo Kota Pasuruan, Jumat (30/7).

“Ini adalah program yang sudah lama kami bicarakan. Ini juga cita-cita saya dan Gus Ipul bagaimana perkebunan memberikan kemanfaatan bagi banyak orang,” ujar Direktur Utama PTPN III (Holding) Mohammad Abdul Ghani saat memberikan sambutan penandatanganan MoU.

Menurut Ghani, P3GI berdiri di Pasuruan pada 1887 karena saat itu Pasuruan menjadi pusat Gula Nusantara. Pemerintah Hindia Belanda sebenarnya juga membangun P3GI di Jateng pada 1885 dan di Jabar pada 1886, namun keduanya tidak bertahan lama dan akhirnya dilebur jadi satu di Pasuruan.

Banyak peralatan pabrik gula era Belanda yang saat ini berada di P3GI. Bahkan P3GI saat ini memiliki pabrik gula mini yang masih bisa dioperasionalkan.

Bangunan Lama Akan Dijadikan Objek Wisata

Peralatan serta bangunan-bangunan lama inilah yang nanti akan dijadikan sebagai objek wisata edukasi dan sejarah. “Nanti saya akan minta PTPN 1-14 yang memiliki mesin-mesin zaman Belanda untuk disumbangkan ke sini biar bisa melengkapi objek sejarah,” kata dia.

Selain itu, rel kereta beserta kereta jadul juga akan dihidupkan di P3GI. Kebetulan P3GI memiliki lahan seluas 30 hektar. Di lahan 30 hektar inilah kawasan wisata ini akan dibangun.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, tempat wisata di P3GI ini nantinya akan terintegrasi dengan wisata religi yang akan dibangun di Alun-alun Makam KH Hamid, serta wisata bahari di Pelabuhan Tanjung Tembikar.

“Konsep utamanya adalah mengintegrasikan kejayaan masa lalu, masa kini dan masa depan. Jadi memanfaatkan cagar budaya untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Gus Ipul yang juga mantan Komisaris Utama PTPN III (holding) ini.

Menurut Gus Ipul, Pemkot Pasuruan saat ini tetap fokus dalam menangani pandemi Covid-19. Sedangkan beberapa SKPD yang saat ini tidak memiliki banyak kegiatan karena pandemi akan membantu menyusun langkah strategis lainnya di antaranya untuk menyusun rencana pembangunan area P3GI. Dengan pembagian ini, maka penanganan pandemi Covid-19 tetap menjadi prioritas. (oni/aka)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...