Sabtu, Januari 22, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalMungkinkah Jalan Baru 190 Kilometer dengan Buka Hutan Meru Betiri dan Argopuro?

Mungkinkah Jalan Baru 190 Kilometer dengan Buka Hutan Meru Betiri dan Argopuro?

NUSADAILY.COM – JEMBER – Bupati Jember Hendy Siswanto berambisi membuat jalan baru sepanjang total 190 kilometer. Namun, lahan yang dipakai berada di kawasan hutan, yakni Taman Nasional Meru Betiri dan pegunungan Argopuro.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Kami punya rencana membangun Jember Outing Ring Road atau JORR di lereng Argopuro melewati 10 kecamatan sepanjang 140 kilometer serta mengaspal jalan masuk Meru Betiri dan jalan baru di pesisir, kira-kira 50 kilometer,” katanya, Senin, 29 November 2021.

Angan-angan tersebut diutarakan Hendy tatkala paparan dalam pertemuan dengan Ojong Sumantri, Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Jawa Bali Nusa Tenggara Barat (Jabalnusra) di Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

BACA JUGA: Jember Ancang-Ancang Kerja Sama Pengolahan Sampah Berkelanjutan Seperti di Badung-Bali

Menurut Hendy, rencananya dapat terealisasi jika pemerintah pusat mengijinkan. Karena berkaitan dengan alih fungsi sebagian lahan hutan.

“Kira-kira apakah bisa? Tanahnya milik negara, tapi biaya membangun jalannya dari anggaran APBD Jember,” ujar Hendy.

Dia menjelaskan, tujuannya adalah untuk pengembangan wilayah, membuka kawasan terisolir, membangkitkan gairah ekonomi, pemerataan pembangunan, dan penguasaan pengelolaan kawasan hutan.

Namun demikian, Hendy meyakinkan komitmen menjaga kelestarian lingkungan meski rekayasa pembangunan yang didambakannya dalam skala besar berhimpitan langsung dengan gunung, hutan, dan pantai.

BACA JUGA: Bupati Jember Kirim Surat ke Kemenkeu Untuk Ajukan Tambahan DAU

“Dibangun, tapi hutan juga dijaga. Kerjasaama lahan kritis untuk tanggulangi bencana. Banyak illegal logging dampaknya ke sungai kami menjadi erosi dan sering banjir. Sungai kami korban sampah dan kerusakan hutan,” tegasnya.

Pembuatan jalan baru juga dimaksudkan oleh Hendy sebagai langkah awal mengatasi kemiskinan. Perluasan akses infrastruktur dianggapnya menjadi investasi dinamis berjangka panjang yang dapat memberi dampak majemuk bagi masyarakat.

“Di Jember ada 247 ribu warga miskin atau 10,09 persen, dan didalamnya 67 ribu orang pengangguran. Saya terlambat jadi Bupati. Seandainya dari dulu jadi Bupati, sudah saya atasi,” tutur pria berlatar belakang pengusaha yang menjadi Bupati Jember sejak Maret 2021 lalu.

Ojong Sumantri tampak normative menanggapi pertanyaan dari Hendy. “Ini luar sungguh luar biasa, tinggal diracik dan dirajut secara baik,” ucapnya.

Pria kelahiran Sumedang, Jawa Barat itu lebih banyak menguraikan tentang perhutanan sosial yang memuat kerjasama antara petani hutan dengan pemerintah.

Kementerian Kehutanan telah memberi surat keputusan kepada 20 kelompok yang berisi 10.494 warga untuk bersama-sama mengarap 16 ribu hektar lahan untuk perhutanan sosial.

“Perhutanan sosial di Jember yang terbesar se-Jawa Timur. Saat ini masih ada yang mengajukan lagi, dan sedang kami proses,” tukasnya. (sut)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily