Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaNewsRegionalModal Wajah Mirip Mantan Kapolri, Warga Jember Sukses Tipu dan Raup Uang...

Modal Wajah Mirip Mantan Kapolri, Warga Jember Sukses Tipu dan Raup Uang Rp4,7 Miliar

NUSADAILY.COM – JEMBER – Dua pria warga Kabupaten Jember berhasil melakukan aksi penipuan dengan capaian sangat istimewa. Pasalnya, mereka melakoni drama dengan modus pura-pura sebagai mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, sehingga mendapatkan uang sebanyak Rp4,7 miliar.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pelakunya adalah AR alias Ahmad Riyadi Setyo Aji (52), warga Desa/Kecamatan Kencong; dan FR atau Fithroni Ramadani (39), warga asal Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro.

Sedangkan korban bernama Mohamad Soleh, Kepala Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Korban tergolong menjadi orang kaya raya di kampungnya yang kian tajir lantaran disokong penghasilan besar dari tanah bengkok milik desa yang luasannya hampir 50 hektare.

BACA JUGA: Pejabat Lapas Jember Jadi Tersangka Penipuan Terhadap Anggota DPRD Banyuwangi dari PDIP

Korban sebegitu gampangnya menyetor uang miliaran rupiah lantaran tergiur janji dari para pelaku untuk menjadikannya Komisaris Utama PT Imasco, pabrik semen di Kecamatan Puger yang berada dekat Gunung Sadeng, kawasan penghasil batu kapur.

Selain itu itu, korban juga didorong rasa sangat ingin menuai kebanggan lewat tawaran para pelaku yang berjanji meloloskan anaknya masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol).

Wakapolres Jember, Komisaris Polisi Kadek Ary Mahardika menjelaskan bahwa kedua pelaku telah dibekuk, kemudian diganjar dengan status sebagai tersangka dan dijebloskan ke dalam sel tahanan.

“Dijerat dengan Pasal 378 juncto Pasal 372 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 56 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” paparnya dalam keterangan resmi di Mapolsek Wuluhan, Rabu, 26 Mei 2021.

Berdasarkan hasil penyidikan diketahui bahwa tersangka Ahmad Riyadi sebagai pelaku utamanya yang memerankan seolah dirinya Badrodin Haiti. Adapun tersangka Fitrani Ramadani memainkan peran pura-pura bekerja di Dewan Ketahanan Nasional dengan maksud meyakinkan korban.

Mengenai uang dari korban sebesar Rp4,7 miliar diberikan ke tersangka Fithroni Ramadani secara tunai maupun transfer antar rekening bank. Penyerahan uang tunai terjadi sekali senilai Rp100 juta, dan selebihnya miliaran rupiah dalam beberapa kali transfer.

Ihkwal terbongkarnya penipuan itu dari kecurigaan korban yang tidak juga mendapat kabar anaknya dinyatakan lolos ke Akpol meski telah dimulai jadwal pendidikan para taruna kepolisian. Korban baru menyadari telah tertipu setelah tidak semua janji manis para pelaku terwujud hingga akhir bulan April 2021 lalu.

BACA JUGA: Penipuan Catut Nama Wakil Bupati Magetan Raup Belasan Juta

Korban yang penasaran nekat berinisiatif menemui beberapa orang keluarga asli dari Jenderal (Purn)Badrodin Haiti yang bermukim di Desa Paleran Kecamatan Umbulsari.

“Dari sinilah akhirnya diketahui oleh korban bahwa telah tertipu oleh para pelaku,” papar Kadek.

Kapolsek Wuluhan IPTU Solekhan Arief mengatakan, seorang tersangka memang mengandalkan wajahnya yang mirip Badrodin Haiti.

“Kalau sekilas sepertinya begitu. Apalagi, bagi orang yang tidak pernah bertemu langsung atau kenal dengan Pak Badordin akan yakin dengan serangkaian tipu muslihat para tersangka,” ujarnya.

Ia menambahkan, laporan korban Mohamad Sholeh ke Unit Reskrim Polsek Wuluhan pada tanggal 27 April 2021 yang dituangkan dalam Laporan Polisi Nomor : LP –B /29 /IV /2021 /Jatim /Res.Jember/ SPKT-Polsek Wuluhan.

Penyidikan menghasilkan barang bukti diantaranya berupa 6 lembar slip transfer BCA, 4 fotokopi M-Banking, 4 unit HP, 1 unit senapan angin, 2 lembar lencana, tanda pengenal Wantanas, 9 pin Setia Waspada, korek api berbentuk pistol, dan seperangkat pakaian yang dikenakan para pelaku. (sut/lna)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Penting! Kata Ustaz: 2 Hal Ini Haram Dilakukan Saat Menggauli Istri

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik dilaporkan oleh mantan istri sirinya, Marlina Octoria dengan tuduhan penyimpangan seksual. Marlina merasa selama menjadi...