Kamis, Januari 27, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalMobil Lab BIN Sasar 666 Warga Rapid Test, 106 Reaktif, Langsung Dikarantina

Mobil Lab BIN Sasar 666 Warga Rapid Test, 106 Reaktif, Langsung Dikarantina

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Tiga hari terakhir, rapid test massif dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Kali ini setelah mendapat bantuan mobil laboratorium dari Badan Intelejen Negara (BIN), rapid test dilakukan semakin massif.

Pantauan Nusadaily.com, rapid test dilakukan menyasar beberapa warga di Perak Barat, Dupak, Krembangan dan kawasan sekitarnya.

Data empat hari lalu di Surabaya telah melakukan rapid test sedikitnya 24.000 an lebih. Belum lagi ditambahkan hasil rapid test memakai mobil laboratorium test bantuan dari BIN.

Nusadaily.com, memantau pada Sabtu 30 Mei 2020 pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, digelar rapid test di lahan Ruko City No 09 Jl Gresik, seberang SPBU Palembum, Kelurahan Perak Barat Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.

Di lokasi ini Rapid Test dilakukan terhadap warga RT.01, 02, 03, 04 RW.05 dan sekitarnya. Tercatat ada 666 orang warga di test rapid untuk screening dan pemisahan atau isolasi.

Dengan begitu akan segera bisa ditekan sebaran Covidnya dan terkendali. Kegiatan kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dengan BIN Jatim ini tak lain untuk memutus penyebaran Covid-19 di Wilayah Kecamatam Krembangan.

Tampak hadir Camat Krembangan Agus Cahyono, Hastiyadi – Lurah Kemayoran, dan Sudirman- Lurah Krembangan Selatan.

Rapid test dimulai pukul 08.00 setelah dilakukan registrasi, pendaftaran dan pendataan warga yang ikut test, dengan melaksanakan protokol kesehatan jaga jarak, dan bermasker.

Dokter Sherly dan tim dokter, mengatakan bahwa antusiasme warga tinggi untuk ikut test itu menunjukkan kesadaran warga mencegah dan menyelamatkan keluarganya.

“Karena kalau ternyata reaktif tanpa gejala klinis artinya akan menularkan ke orang yang imunitas rendah. Maka harus diisolasi, ini memutus mata rantai penularan Covid,” ujarnya.

Disampaikan bahwa kegiatan rapid tes ini terselenggara atas kerjasama Pemkot Surabaya dan BIN (Badan Intelijen Negara), tujuannya agar warga Surabaya merasa aman.

“Tentu saja harus tertib menjalankan protokol kesehatan dalam perilaku sehari hari untuk mengurangi penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Kota Surabaya,” ujarnya lagi.

Dari 666 Warga, 107 Reaktif, Dominasi Laki Laki

Diawali registrasi pengisian formulir untuk pelaksanaan Rapid Test, dilanjutkan langsung dengan pengambilan sampel darah. Pengambilan sampel dilakukan 6 gelombang.

Hasilnya, gelombang I, ada 6 warga reaktif. Mereka langsung diisolasi di Hotel POP di Jalan Gubeng, Surabaya. Dari warga itu rerata usia mereka 37, 40, 41, 53, dan 57 .

Total dominasi reaktif rapid test ini dialami laki laki. Dari 6 reaktif gelombang I, sementara 2 laki laki dan 4 perempuan.

Namun, tahap II, ada 17 orang test reaktif dievakuasi menuju hotel yang sama. Usia kali ini rentang 18 hingga 72 tahun. Dengan 9 laki laki dan 8 perempuan.

Gelombang III, ada 12 orang warga dengan hasil test reaktif dievakuasi menuju hotel yang sama di Gubeng. Ada 8 laki laki dan 4 perempuan.

Gelombang IV, sebanyak 14 orang warga dengan hasil test reaktif. Ada 8 laki laki dan 6 perempuan. Gelombang V sebanyak 13 orang warga dengan hasil test reaktif. Delapan laki laki dan 5 perempuan. Gelombang VI, sebanyak 10 orang warga dengan hasil test reaktif. 5 laki laki dan 5 perempuan. Gelombang VII sebanyak 16 orang warga dengan hasil test reaktif, ada 10 perempuan dan 6 laki laki.

Dalam kegiatan itu hadir, Komjen (Pol) Bambang Sunar Wibowo, Sesma BIN, Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini, serta Kolonel Arh Putut Witjaksono Hadi (Dandim 0830 Tipe A/Surabaya Utara).

Untuk gelombang VIII sebanyak 21 orang warga dengan hasil test reaktif , terdiri dari 7 laki laki dan 14 perempuan. Mereka ini diisolasi di rumah masing-masing karena Hotel POP sudah penuh.

Seluruh warga yang menjalani isolasi mendapat pengawasan dari Puskesmas setempat dan Gusgas Covid-19 Pemkot Surabaya.

Sekadar diketahui, test rapid ini BIN Jatim bekerja sama dengan Pemkot Surabaya melalui Dinkes Kota, dengan target 700 orang dalam setiap kegiatan.

Per hari Sabtu, 30 Mei 2020, hasil rapid test massal sebanyak 666 orang, 107 orang dengan hasil reaktif dan 86 melaksanakan isolasi di hotel.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, kepada wartawan, Jumat 29 Mei 2020 menegaskan hasil reaktif test mobil lab BIN itu akan diutamakan swab.

“Mobil BIN itu masih rapid test. Maka kita jadwalkan minta mobil tes swab itu,” ujarnya.

Sementara jadwal kegiatan rapid test terhitung mulai tanggal 29 hingga 31 Mei 2020 di 3 titik tempat di wilayah Kota Surabaya.

Jadwal yang terekam adalah 29 Mei 2020, di Gedung Siola Jl. Tunjungan no 1 Surabaya, 30 Mei 2020, di lahan Ruko City No. 09 Jl Gresik Kel Perak Barat, Krembangan Surabaya dan 31 Mei 2020 di Terminal Manukan Surabaya JL. Manukan Tama, Manukan Kulon, Surabaya.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed