Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalMiris! Pelajar di Malang Nyambi Jadi Mucikari Prostitusi Online

Miris! Pelajar di Malang Nyambi Jadi Mucikari Prostitusi Online

NUSADAILY.COM – MALANG – Jajaran Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Malang mengungkap kasus prostitusi online anak dibawah umur. Pelaku berinisial RPR (16) tega menjual korbannya AEA yang masih berusia 15 tahun kepada para pria hidung belang.

“Pelaku ini masih berstatus sebagai pelajar, awal mulanya dia mengetahui bisnis ini ya dari grup yang ada di Sosial Media. Dengan kata kunci ‘info cewek Kota Malang’ dan keuntungan yang didapat juga lumayan,” imbuh Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Kamis (4/2).

BACA JUGA: Jaringan Prostitusi Anak di Bawah Umur Dibongkar Polda Jatim Melalui Facebook

Grup Media sosial yang diikuti pelaku tersebut memang spesialis beranggotakan pria hidung belang yang membooking para gadis di bawah umur. Tarif yang ditawarkan juga bervariatif.

“Pelaku ini gerak cepat, cari korban langsung bicarakan pembagian uangnya, dan seketika mengontak calon pembelinya (pria hidung belang), salah satu tarifnya berkisar Rp700 ribu, itu dibagi untuk korban Rp400 ribu dan untuk dia (pelaku) Rp300 ribu,” papar Hendri Umar.

Kejadian ini terungkap oleh Satreskrim Polres Malang pada Senin (1/2) lalu. Saksi mengiformasikan kepada anggota Reskrim bahwa telah terjadi tindakan pengeksploitasian anak di bawah umur melalui bisnis prostitusi online yang ternyata pelakunya juga masih di bawah umur.

“Pelaku terlebih dahulu janjian sama korban, lakukan kesepakatan dan langsung mencarikan calon ‘pembelinya’, keesokan harinya korban ditemukan dengan ‘pembeli’ tersebut dengan mengantarkannya (korban) ke hotel Bounty sebagai tempat eksekusi,” jelasnya.

Tak lama kemudian, petugas lainnya menyusul dan lakukan penggrebekan di penginapan itu. Namun uang haram hasil transaksi hari itu belum sampai dibagikan kepada korban.

“Uang ga didapat, sialnya malah ketangkap oleh kami. Maka dari itu kami himbau para remaja ini akan lebih lagi diberikan edukasi agar tidak salah jalan serta optimalkan pengawasan baik itu dari orang tua ataupun lingkungan sekolah khususnya tindakan pengawasan pembatasan penggunaan medsos,” tandasnya.

BACA JUGA: Kasus Prostitusi Online ST dan MA, Digerebek saat 2vs1, Mungkinkah Threesome?

Kapolres pun menutup penjelasannya seputar penangkapan kasus ini dengan membeberkan hukuman yang akan diterima remaja 16 tahun tersebut.

“Pasal 83, 76 F Undang Undang Dasar Nomor 23 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 3 sampai 15 tahun penjara dan denda sampai Rp. 15 Milliar dan Undang Undang Nomor 31 tentang perdagangan orang pasal 2 ayat 1 dengan ancaman hukuman 3 sampai 15 tahun penjara dan denda antara Rp.150 juta sampai Rp. 600 juta,” Hendri mengakhiri. (aje/lna)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...