Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalMasya Allah.. Jasad Marbot Masjid di Banyuwangi Masih Utuh Meski Telah Dimakamkan...

Masya Allah.. Jasad Marbot Masjid di Banyuwangi Masih Utuh Meski Telah Dimakamkan 30 Tahun

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Jasad Mbah Soewardi, seorang marbot masjid di Banyuwangi masih utuh meski telah dimakamkan 30 tahun lamanya. Jasad utuh tersebut diketahui setelah keluarga membongkar makam tersebut untuk dipindahkan. Fenomena tidak biasa terjadi di Dusun Truko, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Salah seorang cucu Mbah Soewardi, Dedi Utomo menceritakan, mulanya keluarga ingin memindah jenazah Mbah Suwardi yang berada di tanah keluarga ke kompleks pemakaman umum agar bisa berkumpul dengan anak dan istrinya.

BACA JUGA: Geger! Jasad Bayi Laki-laki di Aliran Sungai Gayaman Mojokerto

Namun betapa kagetnya, ketika makam tersebut dibongkar kondisi jenazah Mbah Suwardi ternyata masih utuh. Bahkan, kain kafan yang membalut jenazah tersebut tidak rusak sama sekali meski telah terkubur puluhan tahun.

“30 tahun sudah kakek saya meninggal. Saya sempet kaget saat dibongkar karena masih utuh jenazahnya dan tidak ada bau sama sekali. Hanya saja warna kain kafan yang kecoklatan, tapi tidak ada yang sobek sama sekali,” ungkap Dedi Utomo, salah satu cucu Mbah Soewardi.

Menurut Dedi, fenomena jasad utuh milik kakeknya tersebut dimungkinkan berkat amalan dan ibadahnya semasa hidup dulu. Mbah Soewardi, kata dia, dulu aktif sebagai pengurus di Masjid Baitul Izzah wilayah setempat. Tidak heran jika mendiang dikenal sebagai sosok yang taat beribadah dan tegas dalam menegakkan nilai-nilai agama.

“Beliau memang dikenal taat beribadah. Bahkan, saya dulu pernah dipukul karena lebih mementingkan main dari pada sholat dan beribadah. Kakek sangat keras kalau ada anak atau cucunya yang meninggalkan sholat,” ungkapnya.

Selain aktif sebagai pengurus masjid, kakeknya tersebut juga tercatat sebagai pejuang kemerdekaan. Bahkan, mbah Soewardi juga menjadi tokoh yang getol melawan Partai Komunis Indonesia (PKI)saat masa pemberontakan dulu. “Beliau adalah orang paling getol saat melawan orang-orang komunis dulu,” tegasnya.

BACA JUGA: Banyuwangi Geger! Pria Bergamis Salat di Tengah Jalan

Jiwa nasionalis dan religius tersebut memang tumbuh subur dalam keluarga mbah Soewardi, mengingat ia masih memiliki garis keturunan dari Bupati Banyuwangi pertama, Mas Alit. Dedi pun berharap, fenomena jasad utuh ini bisa menjadi suri tauladan bagi manusia agar semakin menebalkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

“Kami berharap semoga dengan kejadian ini kita semuanya lebih menebalkan keimanan dalam beribadah kepada Allah Tuhan yang Maha Esa,” tutupnya. (ozi/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR