Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaNewsRegionalMarak Prostitusi Jalanan, 29 Warung Remang-remang di Mojokerto Ditempeli Stiker Pengawasan

Marak Prostitusi Jalanan, 29 Warung Remang-remang di Mojokerto Ditempeli Stiker Pengawasan

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Sebanyak 29 warung remang-remang di Jalan Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ditempeli stiker pengawasan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Noerhono mengatakan tindakan penempelan stiker itu di 29 warung remang-remang disepanjang jalan desa tersebut. Lantaran, beberapa hari lalu mendapati sembilan wanita penghibur dan juga minuman beralkohol yang diperjualbelikan.

Upaya pengawasan itu merupakan langkah serius pemerintah daerah dalam memberantas praktik prostitusi jalanan. Apalagi, pihak desa turut mendorong aparat penegak Perda untuk melakukan tindakan tegas.

Hanya saja, sejauh ini petugas masih melakukan tahap sosialisasi sebelum dilakukan penutupan. “Ini juga merupakan langkah serius kami memberantas praktik prostitusi di sana. Dan pihak desa juga sudah menyampaikan ke kami supaya warung-warung itu ditutup. Tapi kan kita perlu lakukan sosialisasi dulu,” ucapnya.

Noerhono menyebut puluhan warung yang masuk dalam pengawasan Satpol PP. Dikarenakan menyediakan jasa layanan wanita penghibur dan juga minuman alkohol masih diperbolehkan buka.

Dengan catetan tidak mengulang kembali dalam kesalahan melanggar Perda yang sama. Yakni, menjual minuman beralkohol dan menyediakan jasa wanita penghibur.

“Masih boleh buka, asalkan itu warungnya saja. Bukan menjual miras maupun menyediakan PSK,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Noerhono, jika dalam pengawasan petugas mendapati warung masih menyediakan pekerja seks komersial (PSK) dan juga minum-minuman keras. Maka akan ada tindakan tegas yang bakal di kenakan.

Mulai dari penutupan sampai dikenakan tipiring sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Kalau ada yang nekat, kita tutup dan tipiringkan warung-warung itu. Kita tipiringkan juga wanita-wanitanya disitu. Artinya, pemilik warung maupun pelaku bisnis esek-esek di sana bakal dikenakan sanksi tegas. Yakni ancaman pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda Rp 50 juta,” ia memungkasi. (din/kal)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Sosok Hasna Nur Shadrina, Mahasiswa Termuda di ITS Berusia 15 Tahun

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Saat teman seusianya masih duduk di bangku SMA, Hasna Nur Shadrina justru sudah terdaftar menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Sepuluh...