Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaNewsRegionalMahasiswa UIN KHAS Jember Geram Bakar Ban Saat Demonstrasi Tuntut Potongan Biaya...

Mahasiswa UIN KHAS Jember Geram Bakar Ban Saat Demonstrasi Tuntut Potongan Biaya Kuliah

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Kyai Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember membakar ban bekas dan menduduki Gedung Rektorat pada Jum’at, 23 Juli 2021.

Tindakan tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam kelompok aksi Penolakan Penindasan Kepada Mahasiswa (PPKM).

Mereka menyulut api dan coba menguasai kantor pusat kampusnya lantaran merasa kesal dengan respon pihak rektorat saat menuntut keringanan uang kuliah tunggal (UKT).

Kegeraman demonstran dipicu oleh ketidakhadiran secara langsung pejabat yang dianggap paling berwenang, yakni Rektor UIN KHAS Profesor Babun Suharto.

“Kami tidak puas, karena hanya ditanggapi oleh Wakil Rektor I, II dan III UIN Khas Jember yang tidak memiliki kebijakan penuh,” seloroh Koordinator Lapangan PPKM, Muhammad Fahmi yang memimpin unjuk rasa.

Mahasiswa menuntut pemotongan biaya UKT hingga grid dua atau dengan nominal Rp800 ribu sekaligus perpanjangan tenggat waktu untuk tempo pembayarannya.

Sedangkan, yang dilakukan oleh UIN KHAS selama ini masih dirasa sangat memberatkan mahasiswa karena keringanannya berupa pemotongan UKT grid satu, yakni dengan pengurangan Rp400 ribu.

“Memang SK sudah dikeluarkan oleh Rektor, tetapi meskipun berkas sudah lengkap saat mengajukan ternyata banyak yang tidak turun sampai grid satu,” beber Fahmi.

Klaim Berkali Kali Minta Audiensi

Sebelum aksi turun ke jalanan, dia menyebut berkali kali melalui Dewan Mahasiswa melayangkan permintaan audiensi dengan Rektor UIN KHAS. Tiadanya respon dari pihak kampus, sehingga mahasiswa memilih berdemonstrasi.

“Tidak ada tanggapan serius itu yang kemudian membuat kami marah, meradang dan kecewa terhadap pimpinan kampus,” tukas Fahmi.

Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Hefni Zain mengatakan, aksi tuntutan keringanan pembayaran UKT dianggap sebagai rutinitas mahasiswa karena dampak situasi pandemi COVID-19.

“Lebih-lebih memang kita sedang dilanda pandemi,” tuturnya.

Menurut dia, pihak kampus telah menanggapi tuntutan mahasiswa melalui SK Rektor UIN KHAS. Namun, para mahasiswa juga menambah permintaan berupa rincian keringanan masing-masing pemohon.

Hefni menyampaikan, detail keringanan bukan barang bebas untuk diungkapkan. “Misalnya si A dapat berapa, si B dapat berapa? Itu kan tidak bisa dilakukan sekarang, sebelum yang bersangkutan itu mengajukan,” jelasnya.

UIN KHAS mensyaratkan setiap mahasiswa yang memohon keringanan UKT menyetor berkas secara lengkap. Selanjutnya, pihak kampus yang memverifikasi kesahihannya terutama yang berkenaan surat keterangan tidak mampu.

“Seperti, apakah orang tuanya betul terdampak COVID yang diberhentikan dari pekerjaannya, atau kehilangan pemasukan. Harus dibuktikan dengan surat dari desa,” pungkas Hefni. (sut/aka)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

dion kejang

Terkena Masalah Kejang Otot, Celine Dion Batalkan Tur Konser

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Celine Dion mengumumkan bahwa ia membatalkan pertunjukan musim gugur terbarunya di Resorts World Theatre. Dalam laman situs resminya, pertunjukan yang...