Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalLahan Agro Solution di Jember Bisa Capai Panen Padi 10 Ton Per...

Lahan Agro Solution di Jember Bisa Capai Panen Padi 10 Ton Per Hektare

NUSADAILY.COM – JEMBER – Sebagian petani di Kabupaten Jember dapat memanen padi sebanyak 10 ton dari tiap satu hektar lahan sawahnya.

Perkiraan panen besar tersebut merupakan hasil perkiraan dengan metode ubinan terhadap petani-petani yang mengikuti program Agro Solution. Ubinan dilakukan atas lahan 2,5 X2,5 meter dengan 108 rumpun yang menghasilkan 6,635 kilogram.

“Hasil riil bisa 10,3 ton per hektarnya,” ungkap Sucipto, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jember usai gelar ubinan di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Senin 26 Juli 2021.

BACA JUGA: Nelayan Jember Marah Akibat Akses Jalan ke Pantai Ditutup untuk Lahan Tambak

Agro solution adalah program kerjasama antara petani dengan produsen pupuk untuk pemakaian pupuk non subsidi sekaligus pembelian hasil panen yang saling menguntungkan. Dalam hal ini, PT Pupuk Kaltim yang menjalin kerjasama dengan lebih dari 300 petani di 15 kecamatan.

Perolehan panen diatas 10 ton per hektar lebih banyak dibandingkan penggunaan pupuk subsidi pada umumnya yang berkisar 6-7 ton. Bahkan, keuntungan lain bagi petani kepastian pembelian yang tembus angka Rp4.200 per kilogram gabah kering panen (GKP).

Menurut Sucipto, hasil baik agro solution karena pemakaian bibit padi unggulan serta pemupukan dari bahan berkualitas secara proporsional. Ditambah lagi perlakuan tanaman yang memadai selama masa tanam.

“Kita pakai varietas padi Inpari 32 dengan pupuk jenis Urea 2 kwintal, NPK Pelangi 3 kwintal, dan ekovert 20 kilogram per hektar. Antisipasi hama penyakit mulai dari awal penanaman, persemaian sampai panen dan pasca panen didampingi oleh PT Kaltim,” jelasnya.

Debby Daryoso, penyuluh dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jember menguraikan masalah yang dihadapi petani Desa Dukuh Dempok. Penanaman saat musim kemarau sempat mengakibatkan kerusakan daun padi.

“Daunnya kena bakteri Xanthomonas Oryzae, sehingga mengering yang bisa membuat produksi tidak maksimal. Nampak ada gejala begitu, kita upayakan memberi tahu petani untuk memakai pestisida nordox. Kalau masih kurang, pakai hayati,” paparnya.

BACA JUGA: BPBD Jember Tuntut Polisi Proses Hukum Pelaku Aniaya Petugas Pemakaman COVID-19

Dampaknya, lanjut Debby, penyebab penyakit atau patogen yang menginfeksi tanaman padi pada bagian daun berupa lubang merusak klorofil dapat teratasi. Proses fotosintesis tanaman pulih kembali, dan selanjutnya menghasilkan buliran padi secara maksimal.

Kabupaten Jember masih mengandalkan sektor agraris dalam produksi bahan pangan. Total luas lahan pertanian 157.344 hektar dengan produktivitas yang mencapai kisaran 997.838 ton padi tiap tahunnya. (sut/lna)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...