Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsJatimKompak Serahkan 25 Ribu Petisi Dukungan Stella Monica ke PN Surabaya

Kompak Serahkan 25 Ribu Petisi Dukungan Stella Monica ke PN Surabaya

NUSADAILY.COM – SURABAYA – 25 ribu Petisi dukungan terhadap Stella Monica, yang dijerat UU ITE, atas laporan Klinik Kecantikan L’Viors, diserahkan ke Pangadilan Negeri Surabaya (PN), oleh Koalisi Masyarakat Pembela Konsumen (Kompak).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Perwakilan Kompak yang juga Sekretaris PAKU ITE, Anindya Shabrina, mengatakan per Senin (13/12) ini setidaknya petisi dukungan kepada Stella telah mencapai 25.398.

BACA JUGA : Bedah Buku Korban UU ITE “Matinya Kebebasan Berpendapat”

“Hari ini kami menyerahkan petisi dari change.org yang telah ditandangani lebih dari 25 ribu orang di seluruh Indonesia,” kata Anindya.

Dalam petisi yang ditandatangani puluhan ribu orang tersebut, publik ingin Stella dibebaskan dari segala jeratan hukum UU ITE.

BACA JUGA : Mahfud MD: Revisi UU ITE Segera Masuk ke legislasi DPR

“Yang ingin disampaikan adalah, semoga petisi ini menjadi pertimbangan bagi hakim, bahwa masyarakat luas itu tidak menghendaki Stella Monica akan dipidana dengan UU ITE,” ucapnya.

Menurut pihak Anindya, Stella justru korban kriminalisasi. Komplainnya, sambung dia, soal layanan klinik kecantikan adalah wajar. Pasalnya, Stella adalah konsumen yang memang dilindungi oleh UU Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

BACA JUGA : Tips Aman Keluhkan Produk Tanpa Terjerat UU ITE

“Karena kan dia korban kriminalisasi. Kami berharap Stella divonis bebas, dan pemerintah segera merivisi UU ITE,” ucapnya.

Stella Monica sendiri rencananya akan segera menghadapi sidang putusan kasusnya di Pengadilan Negeri (Surabaya), Selasa (14/12) besok. Hal itu setelah majelis hakim menunda sidang vonis yang semestinya dilangsungkan Kamis (2/12) lalu.

BACA JUGA : Anggota Komisi III DPR RI Heru Widodo: Polisi Siber Harus Ditopang UU ITE yang Demokratis

Sebagai informasi, Stella Monica dipidanakan dengan dugaan pencemaran nama baik UU ITE. Ia dilaporkan oleh klinik kecantikan L’Viors, tempat dirinya menjalani perawatan, usai mengunggah curahan hatinya tentang kondisi kesehatan wajahnya di akun media sosial Instagram pribadinya.

Dalam proses persidangan, jaksa menilai Stella telah melanggar Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Stella pun dituntut dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun penjara dan denda Rp10 juta subsider 2 bulan kurungan.(als/han)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

PHK Besar-besaran Guncang Startup, Ini Penyebabnya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dua perusahaan rintisan atau startup tanah air, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja dan Zenius Education belum lama ini...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily