Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalKomnas Perempuan Sebut Novia Korban Kekerasan Dalam Pacaran

Komnas Perempuan Sebut Novia Korban Kekerasan Dalam Pacaran

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Novia Widyasari Rahayu (NWR), Mahasiswi Universitas Brwijaya, Jurusan Sastra Inggris angkatan 2017, yang bunuh diri di pusara ayahnya pernah melapor ke Komnas Perempuan, dan terjebak siklus kekerasan dalam pacaran.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dalam konferensi pers dan pernyataan sikap Komnas Perempuan, pihaknya menjelaskan, bahwa NWR adalah korban kekerasan yang bertumpuk dan berulang-ulang dalam durasi hampir dua tahun sejak 2019.

“Ia terjebak dalam siklus kekerasan di dalam pacaran yang menyebabkannya terpapar pada tindak eksploitasi seksual dan pemaksaan aborsi” ungkap Komnas Perempuan dalam konferensi persnya.

Saat menghadapi kehamilan yang tidak diinginkan, pacar NWR yang berprofesi sebagai anggota kepolisian yakni Randy Bagus (RB) memaksanya untuk menggugurkan kehamilan dengan berbagai cara, diantaranya memaksa meminum pil KB, obat-obatan dan jamu-jamuan, bahkan pemaksaan hubungan seksual karena beranggapan akan dapat menggugurkan janin.

Peristiwa pemaksaan aborsi tersebut bahkan terjadi hingga dua kali. Pada absorsi yang kedua NWR sempat mengalami pendarahan, trombosit berkurang dan jatuh sakit.

Komnas perempuan juga mengungkapkan, berdasarkan keterangan almh NWR, bahwa tindakan aborsi tersebut juga didukung oleh pihak keluarga RB.

“Keluarga RB awalnya menghalangi perkawinan mereka dengan alasan masih ada kakak perempuan RB yang belum menikah dan kemudian bahkan menuduh korban sengaja menjebak pelaku agar dinikahi,” jelasnya.

Yang mengejutkan bahwa diketahui RB memiliki hubungan dengan perempuan lain, tetapi ia enggan memutuskan hubungannya dengan NRW.

Hal inilah yang membuat NRW semakin depresi dan berdampak terhadap kesehatan fisiknya.

Sehingga, NRW merasa tidak berdaya, dicampakkan, disia-siakan, berkeinginan  menyakiti diri sendiri dan telah didiagnosa obsessive compulsive disorder (OCD) serta gangguan psikosomatik lainnya.
 
Pertengahan bulan Agustus 2021, NRW telah membuat pengaduan kepada Komnas Perempuan, dan berhasil dihubungi oleh pihaknya pada 10 November untuk mendengar informasi yang lebih utuh beserta harapan NRW.
 
 
Pada saat itu, NRW berharap masih bisa dimediasi dengan pelaku dan orang tuanya, dan membutuhkan pertolongan konseling karena dampak psikologi yang dirasakannya.

Setelah mendengarkan keterangan NRW, Komnas Perempuan kemudian mengeluarkan surat rujukan pada 18 November 2021 kepada P2TP2A Mojokerto. Namun tidak ada kelanjutan dan NRW akhirnya melakukan aksi bunuh dirinya dengan menenggak racun pada Kamis (2/12/2021) lalu.

Komnas Perempuan juga mengaku, akibat kapasitas psikolog yang terbatas dan jumlah klien yang terlalu banyak, maka penjangkauan tidak dapat dilakukan segera, tetapi pihaknya sudah melakukan penjadwalan kembali di awal Desember. (als/kal)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed