Senin, Juni 27, 2022
BerandaNewsRegionalKomitmen Dorong Pembangunan Desa, Situbondo Raih Penghargaan dari Kemendes PDTT

Komitmen Dorong Pembangunan Desa, Situbondo Raih Penghargaan dari Kemendes PDTT

NUSADAILY.COM – SITUBONDO – Kabupaten Situbondo kembali meraih penghargaan bergengsi. Kali ini dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, Rabu, 29 Desember 2021 malam. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar beserta jajaran; Gubernur Jatim, Khofifah Indar beserta jajaran; Bupati Situbondo, Karna Suswandi; Kepala DPMD Situbondo, Lutfi Joko Prihatin.

Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, penghargaan itu diberikan lantaran Pemkab Situbondo berkomitmen dalam mendorong percepatan pembangunan desa.

BACA JUGA: Top Digital Awards 2021, Pemkab Situbondo Borong Tiga Penghargaan Sekaligus

“Alhamdulillah ini merupakan penghargaan pertama dari Kemendes PDTT,” ujarnya.

Pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini menegaskan, di Kabupaten Situbondo sudah tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal. Seluruh desa di Situbondo sudah berstatus berkembang, maju, dan mandiri.

“Ini berarti kesejahteraan masyarakat sudah tumbuh dan berkembang dengan baik. Saya berterima kasih kepada para kepala desa serta perangkatnya atas komitmen dan kerja kerasnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Situbondo, Lutfi Joko Prihatin menyampaikan, total ada 132 desa di Kota Santri Pancasila. Dimana 87 berstatus berkembang, 39 berstatus maju serta 6 desa bertatus mandiri.

BACA JUGA: Pemkot Depok Raih Penghargaan Smart City Kategori Smart Living

“Jadi sudah tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal,” ujarnya.

Mantan Eks Aktivis PMII ini mengungkapkan ada beberapa tahapan dari desa maju menjadi desa mandiri, salah satunya diukur melalui indeks desa membangun (IDM). Dengan tiga pilar utama, yaitu indeks sosial, indeks ekonomi, dan indeks lingkungan.

“IDM itu harus terukur. Kita perbaiki apa kekurangannya. Dan jangan lupa koordinasikan dengan instansi lain, untuk bisa menambah skor,” tutupnya. (fat/lna)

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Sandiaga Uno Targetkan 1,1 Juta Lapangan Kerja Baru di Sektor Parekraf

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ingin menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru tahun ini dan terus meningkat...

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Kabupaten Situbondo kembali meraih penghargaan bergengsi. Kali ini dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, Rabu, 29 Desember 2021 malam. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar beserta jajaran; Gubernur Jatim, Khofifah Indar beserta jajaran; Bupati Situbondo, Karna Suswandi; Kepala DPMD Situbondo, Lutfi Joko Prihatin.

Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, penghargaan itu diberikan lantaran Pemkab Situbondo berkomitmen dalam mendorong percepatan pembangunan desa.

BACA JUGA: Top Digital Awards 2021, Pemkab Situbondo Borong Tiga Penghargaan Sekaligus

"Alhamdulillah ini merupakan penghargaan pertama dari Kemendes PDTT," ujarnya.

Pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini menegaskan, di Kabupaten Situbondo sudah tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal. Seluruh desa di Situbondo sudah berstatus berkembang, maju, dan mandiri.

"Ini berarti kesejahteraan masyarakat sudah tumbuh dan berkembang dengan baik. Saya berterima kasih kepada para kepala desa serta perangkatnya atas komitmen dan kerja kerasnya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Situbondo, Lutfi Joko Prihatin menyampaikan, total ada 132 desa di Kota Santri Pancasila. Dimana 87 berstatus berkembang, 39 berstatus maju serta 6 desa bertatus mandiri.

BACA JUGA: Pemkot Depok Raih Penghargaan Smart City Kategori Smart Living

"Jadi sudah tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal," ujarnya.

Mantan Eks Aktivis PMII ini mengungkapkan ada beberapa tahapan dari desa maju menjadi desa mandiri, salah satunya diukur melalui indeks desa membangun (IDM). Dengan tiga pilar utama, yaitu indeks sosial, indeks ekonomi, dan indeks lingkungan.

"IDM itu harus terukur. Kita perbaiki apa kekurangannya. Dan jangan lupa koordinasikan dengan instansi lain, untuk bisa menambah skor," tutupnya. (fat/lna)