Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsJatimKisruh THL Banyuwangi, Aktivis Desak Sekda Dicopot dari Jabatannya

Kisruh THL Banyuwangi, Aktivis Desak Sekda Dicopot dari Jabatannya

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Puluhan aktivis yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sipil Peduli Tenaga Harian Lepas (THL) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis 8 April 2021.

Mereka mendesak Bupati Banyuwangi agar mencopot Mujiono dari jabatan Sekretaris Kabupaten. Mujiono dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas diputus kontraknya 331 THL yang tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

BACA JUGA: Ratusan THL Banyuwangi Dipecat, Pimpinan DPRD: Tidak Manusiawi

“Copot Sekda. Atau pak Sekda dengan legowo harus mundur dari jabatannya,” cetus Zamroni, Ketua Pemuda Pancasila Banyuwangi saat berorasi.

Pemutusan kontrak ratusan THL ini dinilai tidak wajar. Awalnya, eksekutif beralasan pemutusan kontrak THL ini merupakan bagian dari rasionalisasi pegawai di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Berdasarkan analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK) terjadi overload pegawai dibandingkan dengan kebutuhan yang ada.

Atas dasar itulah, Sekretaris Kabupaten Mujiono menerbitkan Surat Edaran Nomor 800/423/429.204/2021 pada tanggal 25 Februari 2021. Isi dari SE tersebut meminta kepada seluruh SKPD untuk menyampaikan ucapan terimakasih terhadap THL yang tidak diperpanjang kontraknya.

BACA JUGA: Rekrutmen Ulang, 331 THL Banyuwangi yang Diputus Kontrak Akan Didiklat Khusus

SE tersebut selanjutnya diteruskan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Banyuwangi, Nafiul Huda kepada seluruh SKPD, dengan menyertakan sejumlah nama THL yang diputus kontrak di masing-masing SKPD.

“Alasan tersebut sangat tidak masuk akal. Buktinya, saat dilakukan hearing dengan DPRD Banyuwangi, eksekutif menyatakan anggaran untuk THL sudah tersedia, karena sudah ditetapkan bersama dengan legislative dalam pembahasan APBD 2021 pada Tahun 2020,” kata Holili Abdul Ghani, aktivis lainnya.

Kejanggalan semakin nampak, ketika Pemkab berencana membuka kembali rekruitmen baru untuk 375 formasi THL. “Ini kan aneh. Pemkab memecat 331 THL yang sudah mengabdikan dirinya belasan tahun, tapi di sisi lain ini ada rencana membuka rekruitmen kembali untuk 375 formasi baru,” sesalnya.

BACA JUGA: Nasib Ratusan THL yang Diputus Kontrak Pemkab Banyuwangi Masih Suram

Pihaknya mengendus ada permainan terselubung atas pemecatan 331 THL maupun dalam rekruitmen baru 375 formasi baru. Terlebih tidak ada jaminan 331 THL yang diputus kontrak tersebut bisa terekrut kembali menjadi bagian dari Pemkab Banyuwangi.

“Ini yang kita pertanyakan. Kenapa harus memecat 331 kalau pemkab berencana membuka rekruitmen ulang untuk 375 THL?. Rekruitmen ulang ini patut diduga hanya akal-akalan Pemkab saja. Karena tidak ada jaminan 331 THL yang diputus kontrak akan lolos dan kembali bekerja,” tukasnya.

Sayang, tak ada satupun pejabat teras yang menemui para aktivis. Informasi yang ada, para pejabat terkait tengah melakukan pembinaan terhadap 331 THL yang diputus kontrak, sebagai persiapan seleksi formasi baru yang rencananya akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. (ozi/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...