Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsRegionalKetua Komnas PA Apresiasi Polresta Malang Kota atas Kerja Kerasnya Tangani Kasus...

Ketua Komnas PA Apresiasi Polresta Malang Kota atas Kerja Kerasnya Tangani Kasus Anak

NUSADAILY.COM – MALANG KOTA  – Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait, memberikan dukungan kepada Polresta Malang Kota terkait penanganan kasus pelecehan seksual terhadap anak.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Ketua Komnas PA dan rombongan tiba di Polresta Malang Kota dan diterima langsung oleh Wakapolresta Malang Kota, AKBP Deny Heryanto, S.I.K., M.Si. dan Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo, S.I.K., S.H.

Baca Juga: Cabuli Gadis di Bawah Umur, Guru Tari di Kota Malang Ditangkap Polresta Malang Kota

“Kami memberikan dukungan semangat bagi penyidik yang menangani perkara anak. Setelah beberapa bulan lalu sebelum kejadian Semeru juga menangani kasus anak dibully juga dikerjakan secara cepat,” kata Arist di Mapolresta Malang Kota, Selasa (25/1).

Menurut Arist, aksi bejat guru tari ini harus ditangani dengan cepat dan tepat. Ia mengatakan, kasus kejahatan terhadap anak tidak bisa dibiarkan.

Baca Juga: Polresta Malang Kota Gelar Vaksinasi Untuk Ormas

“Saya baru dengar guru tari lakukan kejahatan seksual, ini tidak bisa dibiarkan. Kami sepakat jika terbukti dan ada dua alat bukti. Tidak ada kata ampun toleransi dan damai,” tegasnya.

Seperti diketahui bahwa, baru-baru ini Polresta Malang Kota mengamankan guru tari berinisial YR (37). Guru tari itu mencabuli dan menyetubuhi siswanya sendiri di sanggar tari di kawasan Klojen, Kota Malang.

Baca Juga: Guru Tari di Kota Malang Ditangkap Polresta Malang Kota karena Cabuli Gadis di Bawah Umur

Selanjutnya Arist berharap, pelaku kekerasan terhadap anak ini, bisa dihukum semaksimal mungkin. Karena termasuk kejahatan luar biasa yang dapat mencederai sisi kemanusiaan utamanya anak-anak.

“Dalam kasus kekerasan terhadap anak minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Tapi itu semua tergantung penuntutan di pengadilan,” katanya.

Baca Juga: 12 Hari, Polresta Malang Kota Tangkap 51 Tersangka Dalam Operasi Sikat Semeru

Komnas PA berkunjung ke Kota Malang ini, utamanya memeberikan apresiasi kepada Polresta Malang Kota karena kerja kerasnya menangani kasus anak ini.

“Harapannya kasus ini bisa cepat 15 hari masuk penuntutan karena waktunya terbatas,” tandasnya. (als/nda/ark)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Usung Pembelajaran Bahasa, Sosial dan Budaya dalam MBKM, UM Gelar Seminar Nasional

NUSADAILY.COM – MALANG – Dalam rangka menyukseskan gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) khususnya bidang pembelajaran bahasa, sastra dan budaya. Departemen Sastra Jerman Universitas...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM – MALANG KOTA  – Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait, memberikan dukungan kepada Polresta Malang Kota terkait penanganan kasus pelecehan seksual terhadap anak.

Ketua Komnas PA dan rombongan tiba di Polresta Malang Kota dan diterima langsung oleh Wakapolresta Malang Kota, AKBP Deny Heryanto, S.I.K., M.Si. dan Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo, S.I.K., S.H.

Baca Juga: Cabuli Gadis di Bawah Umur, Guru Tari di Kota Malang Ditangkap Polresta Malang Kota

“Kami memberikan dukungan semangat bagi penyidik yang menangani perkara anak. Setelah beberapa bulan lalu sebelum kejadian Semeru juga menangani kasus anak dibully juga dikerjakan secara cepat,” kata Arist di Mapolresta Malang Kota, Selasa (25/1).

Menurut Arist, aksi bejat guru tari ini harus ditangani dengan cepat dan tepat. Ia mengatakan, kasus kejahatan terhadap anak tidak bisa dibiarkan.

Baca Juga: Polresta Malang Kota Gelar Vaksinasi Untuk Ormas

“Saya baru dengar guru tari lakukan kejahatan seksual, ini tidak bisa dibiarkan. Kami sepakat jika terbukti dan ada dua alat bukti. Tidak ada kata ampun toleransi dan damai,” tegasnya.

Seperti diketahui bahwa, baru-baru ini Polresta Malang Kota mengamankan guru tari berinisial YR (37). Guru tari itu mencabuli dan menyetubuhi siswanya sendiri di sanggar tari di kawasan Klojen, Kota Malang.

Baca Juga: Guru Tari di Kota Malang Ditangkap Polresta Malang Kota karena Cabuli Gadis di Bawah Umur

Selanjutnya Arist berharap, pelaku kekerasan terhadap anak ini, bisa dihukum semaksimal mungkin. Karena termasuk kejahatan luar biasa yang dapat mencederai sisi kemanusiaan utamanya anak-anak.

“Dalam kasus kekerasan terhadap anak minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Tapi itu semua tergantung penuntutan di pengadilan,” katanya.

Baca Juga: 12 Hari, Polresta Malang Kota Tangkap 51 Tersangka Dalam Operasi Sikat Semeru

Komnas PA berkunjung ke Kota Malang ini, utamanya memeberikan apresiasi kepada Polresta Malang Kota karena kerja kerasnya menangani kasus anak ini.

“Harapannya kasus ini bisa cepat 15 hari masuk penuntutan karena waktunya terbatas,” tandasnya. (als/nda/ark)