Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaNewsRegionalKejari Sumenep Terus Kembangkan Kasus Penggelapan Uang Nasabah Bank BUMN di Sumenep

Kejari Sumenep Terus Kembangkan Kasus Penggelapan Uang Nasabah Bank BUMN di Sumenep

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Madura Jawa Timur terus mengembangkan kasus terkait penggelapan ratusan juta uang nasabah salah satu Bank Badan Usaha Milik Negera (BUMN) di Sumenep yang dilakukan oleh seorang teller Bank berinsial NA tersebut. Pasalnya, teller Bank milik plat merah ini masih terus dilakukan pengembangan pemeriksaan keterkaitan beberapa pihak.

“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Namun untuk sementara waktu kita masih menetapkan satu tersangka saja. Karena begini, untuk penetapan tersangka saja kita perlu minimal dua alat bukti,” ungkap Kepala Kejari (Kajari) Sumenep, Adi Tyogunawan, Kamis 22 Juli 2021.

Adi menuturkan, pihaknya akan melihat hasil perkembangan penyidikan selanjutnya. Menurutnya, akan ada banyak orang yang akan diperiksa. “Nanti akan ada yang memberikan keterangan lengkap dan detail. Jadi kita lihat perkembangan selanjutnya,” terangnya.

Selain memeriksa tersangka NA, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap para nasabah yang merasa dirugikan.

“Sudah kami panggil semua untuk nasabah yang komplain. Untuk para nasabah tidak bisa kami sebutkan, termasuk pejabat-pejabat yang berkepentingan di dalam hal tersebut,” urainya.

Soal penetapan tersangka yang masih diinisialkan namanya itu, Adi menjelaskan belum bisa mengungkapkan nama NA.

“Dalam hal penyidikan ini semuanya sifatnya tertutup. Kemudian, untuk pemanggilan direktur BUMN yang bersangkutan, kita lihat perkembangan penyidikan. Benar memang telah kita tetapkan tersangka si NA ini, kita untuk menjaga ini kami memberikan hanya inisial saja,” ujarnya.

Pihaknya menilai, dalam hukum ada asas praduga tak bersalah. Sebab itu, penyidik wajib merahasiakan nama asli tersangka. “Ketika nanti sudah diajukan ke pengadilan, itu sudah sifatnya terbuka untuk umum, jadi itu kita sampaikan inisialnya saja,” pungkasnya.

Sekedar imformasi, seorang teller Bank yang ditangkap usai ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) penggelapan uang nasabah pada tahun 2019 lalu di wilayah Kabupaten Sumenep.

Atas perbuatan NA ini, telah mengakibatkan kerugian Negara hingga mencapai Rp 541.778.000 juta, saat ini tersangka telah di tahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sumenep. (nam/kal)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...