Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaNewsRegionalKejanggalan Wanita yang Tewas di Sengguruh, Kapolres Malang: Menunggu Hasil Autopsi

Kejanggalan Wanita yang Tewas di Sengguruh, Kapolres Malang: Menunggu Hasil Autopsi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Peristiwa tewasnya seorang wanita yang ditemukan di Bendungan Sengguruh Kecamatan Kepanjen pada bulan Maret lalu, Sabtu (20/3/2021) sempat menggegerkan warga setempat.

Sesuai permintaan keluarga ini korban, maka hari ini, Kamis (20/5/2021) jajaran Polres Malang mengadakan pembongkaran makam di kawasan Jodipan Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

“Korban ini awalnya jatuh ke bendungan tanpa sengaja, sebenarnya sudah di klarifikasi ini murni kecelakaan,” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar

Diketahui, lanjut Hendri, Korban ditemukan saat di Bendungan Sengguruh sudah keseret air.

“Dari awal kita sudah lakukan upaya hukum, dan memeriksa para saksi sehingga tercapai kesimpulan bahwa korban meninggal karena murni kecelakaan,” tegasnya

Setelah itu, Keluarga korban sepakat untuk membuat surat pernyataan agar tidak dilakukan autopsi.

“Karena menyadari ini memang kecelakaan, maka korban sepakat untuk tidak usah di autopsi, dan pihak keluarga pun sepakat untuk langsung menguburkan jenazah,” pungkasnya.

BACA JUGA: Ada Kejanggalan, Keluarga Wanita yang Meninggal di Bendungan Sengguruh Minta Autopsi

Akan tetapi, seiring perkembangan waktu keluarga inti korban berubah pikiran karena merasa kurang puas.

“Karena kurang puas, keluarga ini minta pembongkaran makam, dengan melalui pertemuan Reskrim Kepanjen dan dibantu Satreskrim Malang,” beber Hendri

Pembongkaran Makam pun telah dilaksanakan hari ini, Kamis (20/5/2021) dengan dibantu Dokter Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

“Hasilnya masih menunggu, belum dapat diumumkan hari ini, namun pernyataan awal dokter forensik memang murni kecelakaa karena tak ditemukan luka bekas penganiayaan,” timpalnya.

Hendri menambahkan, luka yang ditemukan di pelipis mata, ini luka kecelakaan.

“Luka di pelipis mata adalah luka kecelakaan pada saat korban terjatuh tak sadarkan diri sehingga meninggal dunia, sedangkan pas masih sadarkan diri korban sempat terkena goresan batu sungai hingga akhirnya terhanyut,” tutup Hendri. (aje/kal)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu