Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsRegionalKejaksaan Selidiki Tengara Gratifikasi Berkedok Sumbangan Askab PSSI Jember

Kejaksaan Selidiki Tengara Gratifikasi Berkedok Sumbangan Askab PSSI Jember

NUSADAILY.COM – JEMBER – Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember Sumarno menyampaikan, pihaknya sedang mengumpulkan bahan dan keterangan untuk menyelidiki dugaan gratifikasi kaitan penggalangan dana kompetisi sepakbola.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Ya benar, lidik yang Camat dengan Askab PSSI (Asosiasi Sepakbola Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) Jember itu,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu, 22 Januari 2022.

Menurutnya, sejumlah pihak telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Namun, Sumarno enggan menyebut jumlah identitas masing-masing orang yang diperiksa tersebut, karena harus memastikannya lewat daftar di kantor kejaksaan.

BACA JUGA: Ladang Bisnis Dana Bantuan PAUD Jember, Disebut Ada Rekanan Catut Kejaksaan Takuti Pengelola Sekolah

“Saya sedang di rumah sekarang. Senin (24 Januari 2022) besok lusa teman-teman ke kantor. Sementara, itu dulu ya,” tutur Sumarno.

Seperti diketahui, semula terjadi pertemuan antara Ketua PSSI Jember Tri Sandi Apriana dengan sekitar 31 orang Camat. Kemudian, ditindaklanjuti pengumpulan uang tiap orang Camat Rp1 juta yang ditampung ke rekening pribadi Camat Jenggawah Roni Herman Baza.

BACA JUGA: Begini Penjelasan Askab Jember soal Pertemuan dengan Camat

Setelah terkuak ke media, Tri Sandi yang juga anggota DPRD Jember beralasan pertemuan berisi sosialisasi Intruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional.

Tri Sandi menafsirkan bahwa beleid tersebut mengandung amanah agar pejabat sampai tingkat daerah termasuk Camat berpartisipasi dalam kegiatan sepakbola. Sehingga, dianggap wajar jika Camat memberi uang kepada PSSI.

“Ada intruksinya kok. Kemarin disosialisasikan Menpora bulan Februari 2021. Sumbangan inisiatif para Camat. PSSI belum dapat anggaran dari APBD, tapi perlu membuat kompetisi. Sumbangan silakan saja, banyak juga yang menyumbang. Kami akan transparan,” kata Tri Sandi, Oktober 2021 lalu.

Sedangkan, Roni mengaku sebatas mengkoordinir uang dari kolega-koleganya sesama Camat. Soal rekening pribadinya menjadi tempat menampung uang bersifat sementara. Karena, setelah terkumpul bakal diberikan kepada PSSI.

“Memang ada iuran yang sifatnya donasi, seikhlasnya. Bagi yang mau silakan, tapi yang tidak mau tidak apa-apa,” dalihnya.

BACA JUGA: Camat Saweran Berdalih Bantu Sepakbola Usai Rapat dengan Ketua Askab Jember

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mencurigai sumbangan hanya kedok. Sebab, menurutnya ada kejanggalan dari runtutan kejadian hingga muncul penggalangan uang maupun alasan yang dikemukakan PSSI dan para Camat.

“Camat itu apanya Askab? Dalam struktur birokrasi itu ada jalurnya, tapi Askab bisa memanggil Camat di tempat tidak resmi. Camat datang karena Ketua PSSI terhubung kekuasaan sebagai menantu Bupati. Dalih sumbangan tidak masuk akal, karena Inpres Nomor 3 Tahun 2019 perintahnya Presiden kepada Menteri dan kepala daerah agar mengalokasikan anggaran secara resmi untuk sepakbola, bukan narik uang pejabat,” jelas Tabroni. (sut/lna)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Setelah Pawai Mobil Formula E Batal Dilakukan, Ini Langkah Panitia

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Mobil Formula E tidak boleh digunakan untuk konvoi. Oleh karena itu, rencana pembalap Formula E pawai di sekitar Monumen Nasional...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily