Senin, September 20, 2021
BerandaNewsPolitikKecenderungan Warga Jember Berpendidikan Pilih Penantang, Tidak Sekolah ke Petahana

Kecenderungan Warga Jember Berpendidikan Pilih Penantang, Tidak Sekolah ke Petahana

NUSADAILY.COM – JEMBER – Selain merilis tingkat keterpilihan diantara tiga Paslon yang bertarung di Pilkada Jember 2020, Lembaga survey Politika Research & Consulting (PRC) juga mengungkap latar belakang pemilih dan arah kecenderungan sosok pilihannya.

Survei ini tingkat kepercayaannya 95 persen, margin of error 4,5 persen terhadap sampel responden 500 warga yang ada dalam daftar pemilih tetap (DPT) dari 31 kecamatan dengan 50 desa dan kelurahan terpilih acak sebagai basis survei yang dilaksanakan pada 26 November – 2 Desember 2020.

BACA JUGA: Survei PRC Selisih 0,4 Persen Antara Hendy – Gus Firjaun dengan Faida – Vian

Sabtu, 5 Desember 2020 dirilis terbuka oleh Direktur Riset PRC Miftahul Munir sebagai bentuk tanggung jawab metodologi ilmiah dalam survei yang dilakukannya. “Kami sampaikan ini ke publik,” tegasnya.

Hasil simulasi pemilihan dengan alat bantu kartu berisi nama-nama kandidat (close option) yakni Paslon 01 Faida – Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian) 35,6 persen; Paslon 02 Hendy Siswanto – KH Mohamad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun) 35,2 persen; Paslon 03 Abdus Salam – Ifan Ariadna Wijaya (Salam-Ifan) 12,6 persen; belum menentukan dan merahasiakan pilihan 16,6 persen.

Responden terdiri dari laki-laki 250 orang laki-laki dan 250 orang perempuan yang tidak sekolah 9 persen; tidak tamat SD 14,2 persen, lulus SD 34,8 persen; lulus SMP 18,8 persen; tamat SMA 17,6 persen; lulusan akademi 0,6 persen; sarjana 4,6 persen; pasca sarjana 0,4 persen.

Kebanyakan pemilih petahana Faida-Vian dari kalangan tidak sekolah, berpendidikan rendah dan penghasilan cekak dibawah Rp750 ribu per bulan. Pemilih petahana dari yang tidak sekolah sebanyak 55,6 persen; tidak tamat SD 42,3 persen; lulus SD 37,4 persen; lulus SMP 39,4 persen; tamat SMA 22,7 persen; lulusan akademi 0 persen; sarjana 4,3 persen; pasca sarjana 0 persen.

Paslon Hendy-Gus Firjaun sebagai penantang mendominasi dukungan pemilih dari yang berpendidikan tinggi dan penghasilan diatas Rp750 ribu. Dari pemilih yang tidak sekolah 20 persen; tidak tamat SD 35,2 persen; lulus SD 33,9 persen; lulus SMP 35,1 persen; tamat SMA 43,2 persen; lulusan akademi 100 persen; sarjana 34,8 persen; pasca sarjana 50 persen.

BACA JUGA: Calon Penantang Pilkada Jember Kritik Petahana Tidak Percaya Anak Buah

Paslon Salam-Ifan relatif tidak ada dominasi kluster pemilih tersebut. Duet ini dipilih kalangan yang tidak sekolah 11,1 persen; tidak tamat SD 8,5 persen; lulus SD 16,1 persen; lulus SMP 9,6 persen; tamat SMA 13,6 persen; lulusan akademi 0 persen; sarjana 13 persen; pasca sarjana 0 persen.

Sedangkan swing voters dan undecided voters tidak sekolah 13,3 persen; tidak tamat SD 14,1 persen; lulus SD 12,6 persen; lulus SMP 16 persen; tamat SMA 20,5 persen; lulusan akademi 0 persen; sarjana 47,8 persen; pasca sarjana 50 persen.

“Market 01 SMP kebawah di pedesaan dengan penghasilan Rp750 ribu kebawah, market 02 SMA keatas di perkotaan dengan penghasilan Rp750 ribu keatas, market 03 tidak ada yang dominan. Semuanya linier,” papar Munir.

Sementara ini, baru PRC yang transparan menyajikan hasil survei Pilkada Jember. “Kami sudah siap terbuka untuk mempertanggung jawabkan metodologi dan hasilnya,” pungkas dia. (sut)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...