Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsRegionalKasus Covid-19 Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Banyuwangi Masih Ditiadakan 

Kasus Covid-19 Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Banyuwangi Masih Ditiadakan 

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Kasus Covid-19 di Banyuwangi masih relatif tinggi. Atas dasar inilah, pembelajaran tatap muka (PTM) yang sedianya dimulai pada awal Tahun 2021 kembali ditiadakan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dinas Pendidikan Banyuwangi dan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur sepakat memberikan waktu kepada sekolah untuk kembali mempersiapkan diri. 

“Belum ada PTM ya. Kita masih lakukan pembelajaran online,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Banyuwangi, Istu Handono, Selasa 5 Januari 2021.

BACA JUGA: Harga Kedelai Melonjak, Kadin Kota Batu Bantu Pemasaran Panganan Warisan Budaya

Menurut Istu, ada 57 SMA/SMK yang sebelumnya sudah mendapat rekomendasi untuk menggelar PTM kembali beroperasi. Namun karena kasus Covid-19 meningkat dalam beberapa hari terakhir, pihaknya kembali menunggu rekomendasi dari Satgas COVID-19 Kabupaten Banyuwangi. 

“Kita masih menunggu hasil vidcon bersama Kepala BNPB dan kepala sekolah. Sementara KBM kita lakukan secara daring,” imbuhnya. 

Hal senada juga diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno.  Pihaknya lebih mengedepankan kesehatan dan keselamatan guru, orang tua, siswa dan masyarakat sebelum uji coba PTM digelar.

Karena itu, PTM di Banyuwangi belum bisa digelar tepat pada 4 Januari 2021. Dinas Pendidikan memberikan waktu kepada sekolah dan Satgas COVID-19 Kecamatan untuk melakukan verifikasi ulang.

Antara lain verifikasi kesiapan protokol kesehatan, SOP pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan validasi dari Satgas Kecamatan.

“Tanggal 4-9 Januari kita tetapkan sebagai persiapan. Kalau lancar, minggu depan kita mulai PTM terbatas, dimulai dari wilayah-wilayah,” kata Suratno.

Jika nantinya sudah siap penerapan PTM, kata Suratno, akan dilakukan secara bertahap. Yang pertama akan dimulai dari jenjang SMP dan kelas atas. Yaitu kelas 4,5 dan 6 SD. 

Sedangkan untuk jenjang kelas bawah dan TK sementara dianjurkan untuk belajar di rumah sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan. Kemudian untuk kuota siswa yang diperbolehkan datang ke sekolah akan mengacu pada zonasi.

BACA JUGA: Menanti Janji Firli Usut dan Hukum Mati Pelaku Korupsi Dana Covid-19

Wilayah atau kecamatan yang kasus penularanya masih rendah akan memiliki jumlah kuota yang berbeda dengan wilayah yang jumlah kasusnya sudah tinggi. 

“Kuota nanti situasional. Camat bisa memberikan pertimbangan. maksimum 50 persen. Kita juga masih mengajukan rekomendasi dari ketua satgas Covid 19 untuk teknis dibukanya PTM,”tegasnya.

Berdasarkan data dari Satgas COVID-19 Banyuwangi per tanggal 4 Januari 2021, kasus Covid-19 di Bumi Blambangan mencapai 4.158 orang. 

Sebanyak 3.521 orang dinyatakan sembuh dan 230 orang masih menjalani perawatan. Sementara kasus kematian Covid-19 di Banyuwangi mencapai angka 407 orang. (ozi/kal)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

NUSADAILY.COM - BANYUWANGI - Kasus Covid-19 di Banyuwangi masih relatif tinggi. Atas dasar inilah, pembelajaran tatap muka (PTM) yang sedianya dimulai pada awal Tahun 2021 kembali ditiadakan.

Dinas Pendidikan Banyuwangi dan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur sepakat memberikan waktu kepada sekolah untuk kembali mempersiapkan diri. 

"Belum ada PTM ya. Kita masih lakukan pembelajaran online," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Banyuwangi, Istu Handono, Selasa 5 Januari 2021.

BACA JUGA: Harga Kedelai Melonjak, Kadin Kota Batu Bantu Pemasaran Panganan Warisan Budaya

Menurut Istu, ada 57 SMA/SMK yang sebelumnya sudah mendapat rekomendasi untuk menggelar PTM kembali beroperasi. Namun karena kasus Covid-19 meningkat dalam beberapa hari terakhir, pihaknya kembali menunggu rekomendasi dari Satgas COVID-19 Kabupaten Banyuwangi. 

“Kita masih menunggu hasil vidcon bersama Kepala BNPB dan kepala sekolah. Sementara KBM kita lakukan secara daring,” imbuhnya. 

Hal senada juga diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno.  Pihaknya lebih mengedepankan kesehatan dan keselamatan guru, orang tua, siswa dan masyarakat sebelum uji coba PTM digelar.

Karena itu, PTM di Banyuwangi belum bisa digelar tepat pada 4 Januari 2021. Dinas Pendidikan memberikan waktu kepada sekolah dan Satgas COVID-19 Kecamatan untuk melakukan verifikasi ulang.

Antara lain verifikasi kesiapan protokol kesehatan, SOP pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan validasi dari Satgas Kecamatan.

“Tanggal 4-9 Januari kita tetapkan sebagai persiapan. Kalau lancar, minggu depan kita mulai PTM terbatas, dimulai dari wilayah-wilayah,” kata Suratno.

Jika nantinya sudah siap penerapan PTM, kata Suratno, akan dilakukan secara bertahap. Yang pertama akan dimulai dari jenjang SMP dan kelas atas. Yaitu kelas 4,5 dan 6 SD. 

Sedangkan untuk jenjang kelas bawah dan TK sementara dianjurkan untuk belajar di rumah sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan. Kemudian untuk kuota siswa yang diperbolehkan datang ke sekolah akan mengacu pada zonasi.

BACA JUGA: Menanti Janji Firli Usut dan Hukum Mati Pelaku Korupsi Dana Covid-19

Wilayah atau kecamatan yang kasus penularanya masih rendah akan memiliki jumlah kuota yang berbeda dengan wilayah yang jumlah kasusnya sudah tinggi. 

“Kuota nanti situasional. Camat bisa memberikan pertimbangan. maksimum 50 persen. Kita juga masih mengajukan rekomendasi dari ketua satgas Covid 19 untuk teknis dibukanya PTM,”tegasnya.

Berdasarkan data dari Satgas COVID-19 Banyuwangi per tanggal 4 Januari 2021, kasus Covid-19 di Bumi Blambangan mencapai 4.158 orang. 

Sebanyak 3.521 orang dinyatakan sembuh dan 230 orang masih menjalani perawatan. Sementara kasus kematian Covid-19 di Banyuwangi mencapai angka 407 orang. (ozi/kal)