Jumat, Januari 21, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalKapolres Pimpin Langsung Penyekatan Warga PSHT di Perbatasan Ponorogo - Madiun

Kapolres Pimpin Langsung Penyekatan Warga PSHT di Perbatasan Ponorogo – Madiun

NUSADAILY.COM-PONOROGO- Antisipasi massa dari warga PSHT, Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis pimpin langsung giat Apel On Call Ton 2. Giat ini termasuk penyekatan antisipasi pergeseran warga PSHT yang akan menghadiri Sidang Putusan Yayasan SH Terate di PN Madiun.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kegiatan penyekatan tersebut sebagai antisipasi pergeseran warga PSHT Ponorogo ke Kota Madiun. Kapolres didampingi Wakapolres Ponorogo Kompol Indah Wahyuni dan jajaran, sedikitnya mengerahkan 50 Personel Sabhara sejak Rabu (17/06/2020) malam.

Dalam pelaksanaannya Kopolres menyampaikan pentingnya giat itu kepada nusadaily.com, Bahwa dalam melaksanakan kegiatan tersebut untuk tetap mengedepankan cara cara yang humanis. Warga PSHT Ponorogo yang akan menghadiri sidang putusan kepengurusan Yayasan SH Terate di PN Madiun. Perkara ini melibatkan PSHT Parluh 2017 dan Parluh 2016 tersebut.

“Dalam penyekatan di Perbatasan Ponorogo – Madiun tepatnya Mlilir malam tadi didapati beberapa orang terindikasi akan menghadiri sidang PSHT di PN Madiun. Disuruh putar balik untuk kembali ke wilayah masing-masing. Dalam giat penyekatan tersebut, berjalan aman dan  terkendali, tidak terdapat kejadian yang menonjol,” papar Kapolres dikutip induk imperiumdaily.com ini.

Penyekatan tersebut demi menjaga situasi Kamtibmas, agar selalu kondusif pada wilayah hukum Polres Ponorogo. Tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, terutama kaitan sidang PSHT.

“Polri berjanji akan berikan rasa aman,nyaman untuk warga Ponorogo,” pungkasnya.

Amankan Sidang PSHT Kerahkan 2.000 Personel

Sidang sengketa kepengurusan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kota Madiun, Kamis 18 Juni 2020. Demi menjaga keamanan jalannya sidang, jajaran kepolisian dan TNI, akan mengerahkan sekitar 2.000 personel.

Kapolda Jatim Irjen Pol Mohamad Fadil Imron menyampaikan, langkah-langkah pengamanan yang sudah disusun. Jajaran kepolisian dari Polres Kota Madiun dan jajaran wilayah Madiun bakal turut serta

“Kami juga bersinergi, di-backup oleh satuan Kodam V Brawijaya. Kemudian juga dari Lanud Iswahyudi. Mudah-mudahan besok jalannya persidangan bisa berjalan aman damai dan sejuk,” ujarnya.

Menurut dia, sebelum menjalankan rapat koordinasi, pihaknya sudah bersilaturahmi dengan pengurus/ Ketua Pimpinan, yaitu bapak Murdjoko.

“Beliau sudah berkomitmen bahwa tidak akan melakukan pengerahan masa. Alhamdulillah, ini yang akan membuat sejuk dalam suasana sidang besok,” tutur dia.

Pihak kepolisian sendiri akan menerjunkan sekitar kurang lebih 1200 personel. Ditambah lagi dari satuan TNI yang stand by, ada sekitar 700 personel.

“Jadi dari Kodim di jajaran dari Batalyon 501 standby dan juga dari Lanud Iswahyudi. Kami dari gabungan Polres, kemudian Satuan Brimob Polda dan direktorat, serta Staf Polda Jawa Timur seluruhnya, total kurang lebih ada 2.000,” terangnya.

Sementara itu, ditambahkan oleh Pangdam V Brawijaya, bahwa TNI akan mendukung sepenuhnya dengan apa yang akan dilakukan oleh Polres Madiun Kota. “Kami mendukung sepenuhnya kekuatan yang di terjunkan sekitar 700 nantinya dalam pengamanan sidang tersebut,” pungkasnya.

Dualisme Kepemimpinan Sejak 2017

Sementara, berdasarkan informasi yang dihimpun Nusadaily.com, sidang Kamis besok merupakan pembacaan putusan sengketa kepengurusan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Seperti diketahui, saat ini kepemimpinan PSHT pusat ada dua, yakni R. Moerdjoko HW dan M. Taufik. Mereka ini saling mengklaim sebagai ketua umum PSHT yang sah.

Konflik ini bermula dari Parapatan Luhur atau musyawarah besar PSHT yang digelar Maret 2016. Saat itu, Majelis Luhur memutuskan M. Taufik sebagai Ketua Umum PSHT periode 2016-2021. Karena sejumlah alasan, PSHT kemudian menggelar Parapatan Luhur di Padepokan Agung PSHT di Madiun pada Oktober 2017.

Kegiatan itu akhirnya menghasilkan keputusan R. Moerdjoko HW sebagai Ketua Umum PSHT menggantikan M. Taufik. Konflik kepemimpinan ini pun berlanjut sampai ke meja hijau.(nto/cak)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily