Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalJember Terbanyak Kasus Kematian Terkait COVID-19 di Wilayah Timur

Jember Terbanyak Kasus Kematian Terkait COVID-19 di Wilayah Timur

NUSADAILY.COM – JEMBER – Tercatat ada 12 kasus warga Kabupaten Jember yang meninggal dunia selama wabah corona. Yakni, 9 orang dari 861 orang dalam pantauan (ODP); dan 3 orang dari 22 pasien dalam pengawasan (PDP).

Data itu terpampang melalui info Covid-19 dilansir situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terupdate pada Selasa, 14 April 2020.

Jika ditilik dari sisi jumlah kematian, maka Jember berada di posisi teratas untuk wilayah timur.

Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jember Mat Satuki mengaku tidak mengetahui perkembangan informasi kasus kematian warga yang terkait wabah corona.

“Saya bukan ketuanya, hanya bertugas di sekretariat. Tidak tahu itu,” sergah pria yang juga Kepala Dinas Pertanian Jember ini.

Kendati demikian, 1 orang dari 3 orang warga yang positif corona di Jember telah dinyatakan sembuh.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jember dr. Faida masih enggan menjawab upaya konfirmasi melalui sambungan telepon. Bupati Jember itu juga belum menjawab pertanyaan lewat pesan yang dikirim ke nomor selulernya.

Kanupaten Lumajang

Posisi kedua untuk jumlah warga meninggal dunia adalah Kabupaten Lumajang dengan catatan 7 kasus kematian warga terkait corona.

Rinciannya, 2 orang dari 264 ODP; 3 orang dari 21 PDP; dan 2 orang dari 8 orang yang terinfeksi corona.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya memberlakukan aturan karantina 14 hari bagi warga yang mudik.

“Kami saat ini sedang konsentrasi menyelesaikan problem corona. Bila terpaksa pulang ke Lumajang kami siapkan tempat karantina,” tegas Bupati Lumajang Thoriqul Haq kala menyiapkan gedung karantina di Sekolah Unggulan Terpadu.

Kabupaten Banyuwangi mengalami 1 kematian dari 3 warga yang terjangkit corona. Sedangkan 577 ODP, dan 9 orang PDP masih nihil kasus meninggal dunia.

Kabupaten Situbondo

Sementara, Kabupaten Situbondo yang memiliki kasus terjangkit corona 11 orang, terbanyak di wilayah tapal kuda juga tiada yang sampai meninggal dunia. Kota santri ini mencatat adanya 248 ODP, dan 21 orang PDP.

Kabupaten Bondowoso

Kabupaten Bondowoso menunjukkan tanda penanganan wabah COVID-19 yang lebih baik. Belum ada seorangpun warganya yang meninggal dunia terkait dengan corona.

Disamping itu jumlah warga yang positif terjangkit corona mulanya hanya 1 orang. Bahkan, kini hasil swab terbarunya dinyatakan telah negatif.

“Itu benar adanya,” papar Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso Muhammad Imron melalui sambungan telepon.

Imron tidak mau berlebihan menanggapi kondisi wabah corona yang rendah di kota tape itu.

“Biasa saja. Kami lakukan semua sesuai prosedur, sesuai protokol kesehatan,” ujar jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bondowoso ini.

Upaya pencegahan tampaknya sangat intensif dengan banyaknya jumlah warga yang dipantau, yakni 857 ODP. Meskipun masih terdapat 2 orang yang berstatus PDP. (sut)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...