Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaNewsRegionalJembatan Muharto Retak, Pembangunan Dianggarkan Tahun 2022

Jembatan Muharto Retak, Pembangunan Dianggarkan Tahun 2022

NUSADAILY.COM – MALANG – Pada tahun 2019 lalu, Jembatan Muharto yang terletak di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa sisi jembatan terlihat retak. Bahkan, jembatan tersebut sempat ditutup lantaran memasang tiang penyangga sementara dengan anggaran sebesar Rp 1,5 Miliar dari Biaya Tak Terduga (BTT).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Namun, pembenahan jembatan tersebut tak bisa dilakukan tahun ini. Sebab, sebelumnya tidak dianggarkan dalam RAPBD 2020. Karena, saat terjadi kerusakan, RAPBD 2020 telah selesai disusun. Namun proyeksi pembangunan tersebut juga tidak tercantum dalam RAPBD 2021. Sehingga, kemungkinan besar Jembatan Muharto akan dianggarkan kembali di 2022.

Sampai saat ini, penyangga itu terapasang dan aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut telah normal seperti sebelumnya. Namun, diupayakan, kendaraan dengan muatan berat tidak boleh melintas.

Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tidak memprioritaskan Jembatan Muharto sebagai salah satu rencana pembangunan fisik pada 2021 mendatang. Meskipun sebelumnya DPRD Kota Malang meminta agar Pemkot Malang memperhatikan kondisi Jembatan Muharto tersebut.

BACA JUGA: Jembatan Kedungkandang Target Rampung Akhir Tahun, Sambung Exit Tol

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi kembali dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP). Dalam diskusi tersebut, pembangunan Jembatan Muharto sangat sulit dikerjakan di 2021.

“Sebab, kondisinya Jembatan Kedungkandang belum bisa normal akhir tahun ini. Diprediksi aktivitas di Jembatan Kedungkandang yang dibangun sekarang itu bisa normal pertengahan 2021,” terang dia.

Made menilai, jika pembangunan Jembatan Muharto tetap dilaksanakan di 2021, dikhawatirka kondisi lalu lintas di kawasan tersebut akan mengalami kemacetan yang lebih parah lagi.

“Selain itu, apabila dikerjakan di APBD-Perubahan atau Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021, dikhawatirkan waktu yang diberikan tidak mencukupi,” kata dia.

Selain itu, lanjut Made, Pemkot Malang menyebut jika kekuatan penyangga jembatan yang dipasang pada 2019 lalu masih bisa bertahan hingga beberapa tahun ke depan. Sebab, kekuatan dari penyangga tersebut bisa digunakan hingga lima tahun sejak dipasang pertama kali.

“Mungkin akan dikerjakan di 2022,” pungkas Made.

Masih Bisa Bertahan Beberapa Tahun ke Depan

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menambahkan, konstruksi penyangga Jembatan Muharto masih bisa bertahan hingga beberapa tahun ke depan. Sehingga, Jembatan Muharto tidak diajukan dalam perencanaan penganggaran 2021 mendatang.

“Itu kekuatannya 15 tahun,” kata dia.

BACA JUGA: Jembatan Penghubung Madiun-Ngawi Hancur, Warga Perbaiki Sendiri

Pemasangan penyangga Jembatan Muharto tersebut menggunakan sistem retrofitting, yaitu metode atau teknik untuk melengkapi bangunan dengan memodifikasi dengan menambah bagian atau peralatan baru yang dianggap perlu karena tidak tersedia pada saat awal pembuatannya.

Sebab, berdasarkan hasil uji forensik yang dilakukan oleh tim Universitas Brawijaya (UB) Malang, kapasitas jembatan turun hingga 40 persen. Sesuai dengan rekomendasi tim teknis, maka saat itu diambil langkah pemeliharaan Jembatan dengan metode refrofit, yang dipastikan mampu mengembalikan kondisi fisik seperti semula.(nda/lna)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Duh! Suami Istri di Bali Buat Puluhan Video Porno, Raup Keuntungan hingga Rp50 Juta

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Pasangan suami-istri (Pasutri) di Bali, berinisial GGG (33) dan istrinya Kadek DKS (30) membuat puluhan video porno dan dijual di dalam...