Jumat, Januari 21, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaBerita KhususJelang Hari Anti Korupsi Sedunia, Ning Ita: Nyontek Sebagian dari Korupsi

Jelang Hari Anti Korupsi Sedunia, Ning Ita: Nyontek Sebagian dari Korupsi

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Jelang peringati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember 2021. Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersinergi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto dalam kegiatan Silaturahmi Forkopimda dengan mengadakan lomba puisi dan pidato antar sekolah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hanya saja, ada hal yang mengejutkan dan spontanitas yang dilakukan Ning Ita, Wali Kota Mojokerto ini. Yakni, membuat pengakuan jujur di depan puluhan pelajar SMP Negeri dan Swasta se-Kota Mojokerto.

Baca Juga: Hari Antikorupsi Bareskrim Selamatkan Uang Negara Rp222 Miliar

Tak lain sebagai bentuk kejujuran dirinya saat masih berada dibangku sekolah dulu. Dengan sedikit tersipu, petinggi Pemkot ini mengaku pernah menyontek saat sekolah dulu.

Pengakuan ini tak lain untuk memberikan edukasi terhadap puluhan siswa bahwa usaha untuk berbuat curang di sekolah itu adalah bibit-bitbit korupsi.

Untuk itu, dirinya berharap agar semua generasi muda di Kota Mojokerto untuk tidak lagi melakukan hal tersebut hingga dianggap kelaziman.

Baca Juga: BEM SI Berencana Demo di Depan KPK Hari Ini

“Menyontek yang dianggap lazim, tapi sejatinya adalah tindakan yang melanggar nilai-nilai anti korupsi, yakni kejujuran. Ada sembilan nilai anti korupsi, yaitu Jujur, Peduli, Disiplin, Mandiri, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani dan adil pada kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Pemimpin dengan Spirit of Majapahit ini, memberi contoh sederhana yang bisa dicerna oleh para murid SMP dan SMA. Yakni, budaya menyontek.

Baca Juga: Kejari Padang Terima Pembayaran Denda Terpidana Kasus Korupsi

Kenapa menyontek dikatakan budaya, karena kebiasaan kecil ini banyak menjadi pemakluman meskipun itu bagian dari bibit perilaku korupsi yang harus diperangi.

“Perbuatan yang melanggar nilai anti korupsi kalau dibiarkan akan jadi kebiasaan dan bisa jadi budaya. Kalau bibit korupsi itu sudah membudaya, maka semangat kita untuk anti korupsi tidak bisa terjadi secara paripurna,” ujarnya.

Baca Juga: AS Prihatin dengan Jurnalis dan Pejuang Anti Korupsi di Guatemala

Ning Ita mengatakan jajaran Forkopimda harus memiliki semangat sama untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Agar ada upaya terpadu untuk menanamkan budaya anti korupsi sejak dini, terutama di lingkungan sekolah.

“Budaya itu adalah perilaku yang jadi kebiasaan dan berlangsung kontinyu terus menerus. Maka kami jajaran Forkopimda sepakat bersama-sama mulai menanamkan budaya anti korupsi sejak dini kepada para murid SMP ini,” ujarnya.

Baca Juga: Namanya Terseret Kasus Korupsi Bansos COVID-19 Kemensos, Cita Citata Angkat Bicara

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Mojokerto Agustinus Herimulyanto menambahkan penanaman budaya anti korupsi sudah harus dilakukan sejak dini utamanya saat usia sekolah menengah.

Salah satunya dengan menggelar sosialisasi dan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan anti korupsi.

“Semisal hari ini adalah lomba pidato dan baca puisi yang bertemakan anti korupsi. Kita berharap para murid SMP sudah memahami apa itu korupsi dan pencegahannya. Minimal untuk dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya,” katanya. (din/ark)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily