Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsRegionalJaksa Sahabat Guru, Beri Rasa Aman Mengelola Dana Pendidikan

Jaksa Sahabat Guru, Beri Rasa Aman Mengelola Dana Pendidikan

NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Kejaksaan Negeri Kota Batu terus berupaya melakukan upaya penegakan hukum secara preventif. Cakupan ini diperluas ke ranah pendidikan di Kota Batu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kajari Kota Batu, Supriyanto mengatakan, ada beberapa alasan Korps Adhyaksa hadir di bidang pendidikan. Menurutnya, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap bidang pendidikan. Perhatian itu tampak dari besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah di bidang pendidikan.

Sekaligus, bidang pendidikan merupakan basis fundamental untuk mencetak generasi bangsa yang berintegritas. Karena nilai yang terinternalisasi ini sangat dibutuhkan ketika kelak mereka menjadi pemimpin bangsa. 

“Dunia pendidikan sangat berperan penting dalam hal itu. Tidak hanya mencerdaskan, tapi mencetak peserta didik yang berintegritas,” kata Supriyanto saat menghadiri Jaksa Sahabat Guru di SMPN 1 Kota Batu (Jum’at, 11/12) dilansir Nusadaily.com

Jaksa Sahabat Guru merupakan kolaborasi antara Disdik Kota Batu dan Kejari. Dalam forum ini, Supriyanto mengulas dan memberikan pendampingan terhadap pengelolaan keuangan di tingkat satuan pendidikan.

Pemerintah mengucurkan berbagai program pendidikan, mulai dari bantuan operasional sekolah (BOS), bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) maupun DAK fisik. Nilai yang dikucurkan bernilai besar.

Sehingga, perlu pendampingan dan pembinaan kepada pengelola keuangan di tingkat satuan pendidikan. Untuk itu Kejari Kota Batu hadir berkontribusi di wilayah ini. 

“Agar on the track, tidak menyimpang dari aturan yang ada. Kami membuka diri, menerima konsultasi agar tidak ada problematika hukum nantinya,” kata mantan Kajari Gorontalo itu.

Menurutnya, paradigma penegakan hukum tak hanya melulu pada aspek penindakan. Namun, asal muasal terjadinya potensi penyimpangan perlu diurai. Salah satunya melalui upaya pencegahan yang merupakan bagian dari penegakan hukum bersifat solutif.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Batu, Enny Rachyuningsih menuturkan, selama ini para tenaga pendidik dibayang-bayangi kekhawatiran dalam mengelola dana pendidikan. Hal ini karena ada keterbatasan pemahaman dari para tenaga pendidik dalam mengelola anggaran itu.

Para guru yang berkutat di bidang pendidikan harus mendapat tugas administrasi mengelola anggaran itu. Di sisi lain mereka juga dituntut menjalankan tugas fungsionalnya. Sehingga konsentrasi mereka terbagi.

“Belum lagi aturan dari pusat sangat dinamis. Aturan yang berubah-ubah ini membuat mereka khawatir. Apalagi, saat ini langsung ditransfer ke sekolah masing-masing,” tutur Enny.

Enny menjelaskan, anggaran yang dikucurkan untuk BOSDA tingkat SD sebesar Rp 25 ribu per murid dan SMP sebesar Rp 35 ribu per murid. Selanjutnya, untuk BOS di tingkat SD sebesar Rp 900 ribu per murid dalam setahun. Sedangkan untuk murid SMP sebesar Rp 1,2 juta per murid dalam setahun.

Setiap sekolah akan menerima akumulasi anggaran yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan banyaknya murid penerima program tersebut.

“Kami pun berkonsultasi dengan Kejari mengatasi kekhawatiran yang ada di benak para tenaga pendidik SMP dan setingkatnya. Dan mendapat sambutan baik sehingga digelar acara ini untuk pendampingan konsultasi,” tutur Enny.

“Di tahun depan akan diperluas ke tingkat SD dan akan digelar di tiap kecamatan,” imbuh dia. (wok/wan)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Polsek Air Joman Asahan Gotong Royong Berburu Tikus

NUSADAILY.COM - ASAHAN - Polsek Air Joman Polres Asahan bersama Forkopimcam Kecamatan Air Joman menghadiri kegiatan gotong royong berburu tikus bersama di Desa Bandar,...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Kejaksaan Negeri Kota Batu terus berupaya melakukan upaya penegakan hukum secara preventif. Cakupan ini diperluas ke ranah pendidikan di Kota Batu.

Kajari Kota Batu, Supriyanto mengatakan, ada beberapa alasan Korps Adhyaksa hadir di bidang pendidikan. Menurutnya, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap bidang pendidikan. Perhatian itu tampak dari besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah di bidang pendidikan.

Sekaligus, bidang pendidikan merupakan basis fundamental untuk mencetak generasi bangsa yang berintegritas. Karena nilai yang terinternalisasi ini sangat dibutuhkan ketika kelak mereka menjadi pemimpin bangsa. 

"Dunia pendidikan sangat berperan penting dalam hal itu. Tidak hanya mencerdaskan, tapi mencetak peserta didik yang berintegritas," kata Supriyanto saat menghadiri Jaksa Sahabat Guru di SMPN 1 Kota Batu (Jum'at, 11/12) dilansir Nusadaily.com

Jaksa Sahabat Guru merupakan kolaborasi antara Disdik Kota Batu dan Kejari. Dalam forum ini, Supriyanto mengulas dan memberikan pendampingan terhadap pengelolaan keuangan di tingkat satuan pendidikan.

Pemerintah mengucurkan berbagai program pendidikan, mulai dari bantuan operasional sekolah (BOS), bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) maupun DAK fisik. Nilai yang dikucurkan bernilai besar.

Sehingga, perlu pendampingan dan pembinaan kepada pengelola keuangan di tingkat satuan pendidikan. Untuk itu Kejari Kota Batu hadir berkontribusi di wilayah ini. 

"Agar on the track, tidak menyimpang dari aturan yang ada. Kami membuka diri, menerima konsultasi agar tidak ada problematika hukum nantinya," kata mantan Kajari Gorontalo itu.

Menurutnya, paradigma penegakan hukum tak hanya melulu pada aspek penindakan. Namun, asal muasal terjadinya potensi penyimpangan perlu diurai. Salah satunya melalui upaya pencegahan yang merupakan bagian dari penegakan hukum bersifat solutif.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Batu, Enny Rachyuningsih menuturkan, selama ini para tenaga pendidik dibayang-bayangi kekhawatiran dalam mengelola dana pendidikan. Hal ini karena ada keterbatasan pemahaman dari para tenaga pendidik dalam mengelola anggaran itu.

Para guru yang berkutat di bidang pendidikan harus mendapat tugas administrasi mengelola anggaran itu. Di sisi lain mereka juga dituntut menjalankan tugas fungsionalnya. Sehingga konsentrasi mereka terbagi.

"Belum lagi aturan dari pusat sangat dinamis. Aturan yang berubah-ubah ini membuat mereka khawatir. Apalagi, saat ini langsung ditransfer ke sekolah masing-masing," tutur Enny.

Enny menjelaskan, anggaran yang dikucurkan untuk BOSDA tingkat SD sebesar Rp 25 ribu per murid dan SMP sebesar Rp 35 ribu per murid. Selanjutnya, untuk BOS di tingkat SD sebesar Rp 900 ribu per murid dalam setahun. Sedangkan untuk murid SMP sebesar Rp 1,2 juta per murid dalam setahun.

Setiap sekolah akan menerima akumulasi anggaran yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan banyaknya murid penerima program tersebut.

"Kami pun berkonsultasi dengan Kejari mengatasi kekhawatiran yang ada di benak para tenaga pendidik SMP dan setingkatnya. Dan mendapat sambutan baik sehingga digelar acara ini untuk pendampingan konsultasi," tutur Enny.

"Di tahun depan akan diperluas ke tingkat SD dan akan digelar di tiap kecamatan," imbuh dia. (wok/wan)