Senin, September 27, 2021
BerandaNewsRegionalIsak Tangis Tetangga Terduga Pelaku Wafer Silet Saat Tahu Polisi Masih Menahan

Isak Tangis Tetangga Terduga Pelaku Wafer Silet Saat Tahu Polisi Masih Menahan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Beberapa perempuan menitikkan air mata usai melihat wartawan masih meliput ke rumah AG (43), terduga penyebar wafer isi silet di Jalan Manggis, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember pada Rabu, 4 Agustus 2021.

Tangis mereka dikarenakan mendengar kabar bahwa AG masih diamankan oleh pihak kepolisian sejak ditangkap pada Selasa, 3 Agustus 2021 sehari lalu.

“Kasihan,” ucap seorang perempuan sembari berlalu pergi dengan yang lain lantaran enggan momen sedihnya diabadikan.

Astutik (67), penjual rujak setempat mengatakan, warga yang mengenal AG merasa kasihan. Rata-rata khawatir jika yang bersangkutan menjalani proses hukum, apalagi sampai dijebloskan ke dalam sel tahanan.

Rasa iba warga bukan tanpa sebab. Alasannya AG tetangga dekat yang berperilaku sangat baik walaupun diperkirakan mengidap gangguan jiwa.

“Orangnya baik. Dia tidak pernah mengganggu siapapun,” ungkap Astutik yang menilai AG bukan secara sadar sengaja ingin mencelakai orang meski memasukkan wafer berisi silet.

Setiap hari, tetangga bergantian memberi makan AG yang memang hidup sebatang kara usai ditinggal wafat kedua orang tuanya.

“Dia datang Kalau dipanggil warga untuk diberi kopi, makanan atau rokok. Kayak anak sendiri, makanya saya dan yang lain nangis,” lanjut Astutik.

Hanya ada adik perempuannya AG yang sudah lama menikah dan memilih bermukim ke rumah berbeda di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari. Adik AG dan suaminya sesekali datang menjenguk dan mengirim makanan.

Astutik mengisahkan, mulai muncul gejala gangguan pada AG sejak drop out dari salah satu perguruan tinggi di Malang sekira dua puluh tahun silam. Kian parah kondisi AG setelah kedua orang tuanya meninggal dunia pada awal tahun 2000 an.

“Saat-saat tertentu kalau malam kadang dia itu teriak-teriak. Tapi, warga dan tetangga sudah maklum. Karena, besok paginya dia sudah baik menyapa warga lagi,” bebernya.

Semasa muda, AG dikenal sebagai pelajar yang rajin ke sekolah. AG sempat mengaku bercita-cita ingin menjadi polisi atau tentara. Kendati belakangan justru melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Malang.

Mendiang orang tua AG bekerja sebagai pegawai SPBU di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates dan tergolong mampu secara ekonomi. Hal ini tampak dari warisan sebuah rumah bertingkat dua yang berdiri diatas lahan seluas hampir 300 meter.

BACA JUGA: Ditinggal di Mobil, Jam Tangan Supervisor Indomaret Digondol Orang

Mengenai dugaan AG mengidap gangguan jiwa juga dirasakan oleh pihak kepolisian. Indikasinya, ucapan AG kerap inkonsisten. Sehingga, polisi mencari ahli psikiater untuk keperluan memeriksa kejiwaan AG.

“Keterangannya sering berubah-ubah. Rencananya begitu (pemeriksaan kejiwaan). Kami mencari tahu ketersediaan psikiater berkoordinasi dengan rumah sakit-rumah sakit,” terang Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Kasus ini bermula dari pelaporan orang tua dari anak-anak yang tinggal di Jalan Manggis dan Jalan Cempedak usai mendapat wafer berisi silet maupun logam paku staples.

Polisi sempat kesulitan karena para saksi tidak mengetahui persis pelakunya. Namun, upaya penelusuran secara intensif mengarahkan bukti petunjuk bahwa AG sebagai penyebar wafer.

Polisi masih harus memastikan kondisi kejiwaan AG sebelum proses lebih lanjut. “Sampai saat ini status kasusnya masih penyelidikan. Kami periksa dulu yang bersangkutan,” ujar Komang. (sut/kal)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...