Senin, September 27, 2021
BerandaNewsRegionalIni Kata Kuasa Hukum Produsen Jamu Banyuwangi yang Digrebek BPOM

Ini Kata Kuasa Hukum Produsen Jamu Banyuwangi yang Digrebek BPOM

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menggrebek tiga gudang penyimpanan jamu tradisional ilegal di Banyuwangi.¬†Tiga gudang tersebut merupakan gudang produk jamu ‘Tawon Klanceng’ dan jamu ‘Akar Daun’.

Dalam operasi tersebut, BPOM setidaknya menyita 11 item barang bukti yang jumlahnya mencapai 7 truk. Penggerbekan dan penyitaan barang bukti ini, rupanya dipersoalkan oleh pengacara dua perusahaan jamu tersebut, Eko Sutrisno. 

Pasalnya, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan surat tanda terima penyitaan dari BPOM. Ia pun tidak mengetahui secara pasti, apakah penyitaan tersebut sudah mendapatkan ijin dari pengadilan atau tidak. 

BACA JUGA: BPOM Bongkar Produsen Jamu Tradisional Ilegal di Banyuwangi

“Kami kasih kesempatan kepada mereka untuk membuktikan seperti yang mereka sangkakan. Apabila BPOM tidak bisa membuktikan akan dilakukan upaya hukum seperti pra peradilan,” tegas Eko Sutrisno. 

Soal bahan kimia obat seperti dilontarkan BPOM, menurut Eko, itu sifatnya masih dugaan. Sebab sejauh ini belum ada hasil laboratorium yang menyatakan jamu tradisional yang diproduksi dua kliennya tersebut mengandung bahan kimia berbahaya. 

“Kenapa tidak diuji laboratorium terlebih dahulu. Kemudian diambil contoh bahan yang hendak diuji, lalu dipastikan hasilnya dan baru ditindak. Kalau semua masih dugaan, terus semua diamankan, kan belum tentu bahan berbahaya,” sesalnya.

Yang disesalkan lagi, penggerebekan yang dilakukan BPOM bersama Bareskrim Polri berlangsung disaat tidak ada aktivitas produksi. Karena, sejak ijin edar habis masa berlakunya seluruh aktivitas produksi dihentikan. 

“Yang mati itu hanya ijin edar. Untuk ijin yang lain masih hidup,” tegasnya.

BACA JUGA: Ivermectin Dapat Izin EUA BPOM, Stafsus BUMN Harap Jadi Terobosan Baru

Eko menambahkan, selama ini kliennya tidak pernah mendapat pembinaan dari BPOM. Bahkan saat digerebek kliennya tidak diberitahu. 

Malah ada satu truk yang dibawa oleh petugas menggunakan kunci duplikat. “Cara – cara seperti itu tidak baik dan sangat kami sayangkan,” tukasnya. (ozi/lna)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...