Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsRegionalIndonesian Rolling Tobacco Culture, Peluang Pasarkan Tingwe di Tengah Lonjakan Cukai Rokok

Indonesian Rolling Tobacco Culture, Peluang Pasarkan Tingwe di Tengah Lonjakan Cukai Rokok

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Setiap tahunnya harga rokok selalu melambung karena tingginya cukai yang dikenakan. Membuat para perokok ‘sesak nafas’ seiring dengan melonjaknya produk hasil tembakau ini. Tahun ini saja, pemerintah menaikkan cukai rokok yang diketok 12 persen.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Lantas kenaikan harga rokok ini tak menghentikan kebiasan masyarakat untuk menikmati kepulan asap yang dihisap saat si ‘daun emas’ disulut. Tak sedikit dari mereka untuk memutar otak agar bisa menikmati asap tembakau. 

Alternatif yang dipilih beralih ke tingwe atau ngelinting dewe (melinting sendiri). Dulunya kebiasan ini identik dengan orang tua. Tapi belakangan ini menjadi tren di kalangan anak muda. Apalagi tingwe lebih ramah dikantong sehingga jadi pilihan di tengah melejitnya harga rokok pabrikan.

“Penikmat tingwe semakin meningkat dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Apalagi cukai rokok naik setiap tahunnya. Maka ini peluang memasarkan tembakau tingwe yang harganya lebih ekonomis,” kata Ketua Panitia Indonesian Tobacco Rolling Culture, Dimas Septiansa Rahman.

Event Indonesian Tobacco Rolling Culture dihelat oleh Komunitas Pecinta Tembakau Nusantara Indonesia (KPTNI) Korwil Malang Raya. Acara tersebut diselenggarakan di destinasi wisata Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang (Sabtu, 22/1).

Dimas mengatakan, perhelatan ini merupakan sebuah ruang interaksi antar komunitas penjual tembakau dengan komunitas lainnya, seperti komunitas kopi maupun pelaku bisnis thrift shop. Ada sekitar 40 stand yang dibuka untuk memeriahkan acara itu.

“Diikuti 10 komunitas yang berkecimpung di segala bidang. Mereka berasal dari daerah seluruh Indonesia,” ujar dia.

Sesuai dengan nama event itu, barang yang ditampilkan merupakan tembakau iris yang dikemas dan dilekati pita cukai. Harganya bervariatif dan yang pasti tak menguras kantong. “Ada berbagai jenis tembakau di sini. Mulai dari tembakau Kudus, Cianjur maupun dari Malang,” ucap dia.

Dipilihnya lokasi Pujon Kidul sebagai tempat penyelenggaraan acara, karena menurut Dimas, dulunya wilayah ini merupakan penghasil tembakau di Kabupaten Malang. “Petani di sini dulunya mayoritas membudidayakan tembakau. Event ini sekaligus untuk melestarikan tradisi budaya. Karena tembakau maupun tradisi tingwe merupakan warisan budaya Nusantara,” papar dia. (wok/wan)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Asyik Main Air Banjir, Bocah di Gresik Digigit Ular

NUSADAILY.COM – GRESIK  -  Ini peringatan bagi para orang tua agar menjaga anaknya saat bermain air. Karena ada kejadian saat sedang asyik bermain air...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily