Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalImbas Covid-19, Pembagian Ribuan Sertifikat PTSL di Blitar Ditunda

Imbas Covid-19, Pembagian Ribuan Sertifikat PTSL di Blitar Ditunda

NUSADAILY.COM – BLITAR – Masyarakat Kabupaten Blitar yang sudah melakukan proses sertifikat tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) harus bersabar. Pasalnya, meski proses pembuatan serifikat sudah selesai, namun pembagian harus ditunda akibat mewabahnya Covid-19.

“Masyarakat pastinya memakluminya. Memang kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan pembagian sertifikat, karena menimbulkan keramaian,” kata Syamsudin, Kasi Hubungan Hukum Pertanahan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar, Kamis 16 April 2020.

Syamsudin menuturkan, sebenarnya sudah ada sekitar 1.500 sertifikat yang siap dibagikan bulan ini. Itu semua merupakan proses pembuatan sertifikat tahun 2020. Ia pun belum mengetahui sampai kapan penundaan pembagian sertifikat. Padahal tahun 2020 ini, target pengukuran tanah di Kabupaten Blitar mencapai 45 ribu bidang, sedangkan target SHP sertifikat 42 ribu bidang.

“Target kita cukup banyak. Tapi mau bagaimana lagi kondisinya seperti ini. Jadwal yang sudah kita buat untuk membagikan didesa-desa juga gagal. Kita pastikan jika wabah ini sudah mereda, jadwal akan disusun ulang dan segera dibagikan,” ujarnya.

Sertifikat Tanah Belum Dibagikan

Syamsudin juga mengakui masih ada ribuan sertifikat tanah melalui PTSL tahun 2019 yang belum dibagikan. Meski tinggal membagikan dan sudah terjadwal, namun kegiatan itu juga harus ditunda. “Yang tahun lalu ada 2 ribuan yang siap kita bagi. Tapi melihat kondisi ini ya kita tunda,” pungkasnya.

Syamsudin menambahkan, saat ini pelayanan di kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar juga terganggu akibat mewabahnya Covid-19. Menurutnya, dalam proses pembuatan sertifikat melalui PTSL juga melibatkan kelompok masyarakat (pokmas) dan perangkat desa. Mengingat Kabupaten Blitar saat ini merupakan zona merah, maka harus mengikuti himbauan dari pemerintah untuk melakukan sosial distancing maupun psycal distancing.

Sehingga, kata Syamsudin, untuk pengukuran harus hati-hati, dimana saat ini yang harus diukur hanya tanah sawah dan tegal yang tidak menimbulkan kerumunan massa. Sementara pengukuran yang dipemukiman sementara ditunda.

“Tak hanya itu, pendataan juga kita tunda. Kita hanya mengolah data-data yang sudah masuk sambil menunggu meredanya wabah virus corona,” imbuhnya.(tan)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...