Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsRegionalHingga Juni, Program DLH Sumenep Belum Terealisasi

Hingga Juni, Program DLH Sumenep Belum Terealisasi

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Terutama di sektor pembangunan terhitung sampai bulan Juni 2021 belum terealisasi.

Padahal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep, sudah ditetapkan sekitar akhir tahun 2020 lalu. Hal tersebut, bertentangan dengan semangat dan harapan Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang ingin ‘ngebut’ terutama dalam sektor pembangunan.

Yakni menginginkan adanya percepatan pembangunan. maka dari itu, APBD ditetapkan akhir tahun 2020 lalu. Harapannya bagaimaba di awal tahun 2021, pembangunan sudah jalan.

Namun, sangat disayangkan, program DLH Sumenep masih berkutat pada surat penandatanganngan kontrak kerja atau disebut Surat Perintah Kerja (SPK).

Plt Kepala DLH Sumenep, Ernawan Utomo mengatakan bahwa belum ada program yang jalan, semua masih dalam tahap proses penandatanganan SPK.

“Tidak ada kendala kok, itu tergantung anggaran kas. Anggaran kasnya baru di semester dua ini,” katanya, Kamis 03 Juni 2021.

Sekedar informasi, DLH Sumenep kebagian dana total senilai Rp 4,9 miliar. Dari total anggaran tersebut, belum terserap 50 persen. Padahal, dalam program yang sudah dicanangkan tidak ada kendala.

Rencanakan Dua Program Ruang Terbuka Hijau

Iwan sapaan akrabnya menjelaskan, pihaknya merencanakan dua progam ruang terbuka hijau. Yaitu penanaman untuk calon tingkat kota Kabupaten Sumenep, dan vertikal garden di jembatan Saronggi. Kedua program masih dalam proses penandatanganan SPK.

“Masih belum berjalan. Kalau untuk rutinitas pengelolaan sampah masih tetap,” jelasnya.

Hingga saat ini, jelas Iwan, serapan anggaran untuk DLH Sumenep baru terealisasi 34,71 persen. Sedangkan untuk retribusi pendapatan 40,19 persen.

“Jadi anggaran yang terserap seperti untuk pemeliharaan taman-taman dan pengangkutan sampah. Itu kan jalan terus,” pungkasnya. (nam/aka)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - SUMENEP - Program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Terutama di sektor pembangunan terhitung sampai bulan Juni 2021 belum terealisasi.

Padahal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep, sudah ditetapkan sekitar akhir tahun 2020 lalu. Hal tersebut, bertentangan dengan semangat dan harapan Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang ingin ‘ngebut’ terutama dalam sektor pembangunan.

Yakni menginginkan adanya percepatan pembangunan. maka dari itu, APBD ditetapkan akhir tahun 2020 lalu. Harapannya bagaimaba di awal tahun 2021, pembangunan sudah jalan.

Namun, sangat disayangkan, program DLH Sumenep masih berkutat pada surat penandatanganngan kontrak kerja atau disebut Surat Perintah Kerja (SPK).

Plt Kepala DLH Sumenep, Ernawan Utomo mengatakan bahwa belum ada program yang jalan, semua masih dalam tahap proses penandatanganan SPK.

“Tidak ada kendala kok, itu tergantung anggaran kas. Anggaran kasnya baru di semester dua ini,” katanya, Kamis 03 Juni 2021.

Sekedar informasi, DLH Sumenep kebagian dana total senilai Rp 4,9 miliar. Dari total anggaran tersebut, belum terserap 50 persen. Padahal, dalam program yang sudah dicanangkan tidak ada kendala.

Rencanakan Dua Program Ruang Terbuka Hijau

Iwan sapaan akrabnya menjelaskan, pihaknya merencanakan dua progam ruang terbuka hijau. Yaitu penanaman untuk calon tingkat kota Kabupaten Sumenep, dan vertikal garden di jembatan Saronggi. Kedua program masih dalam proses penandatanganan SPK.

“Masih belum berjalan. Kalau untuk rutinitas pengelolaan sampah masih tetap,” jelasnya.

Hingga saat ini, jelas Iwan, serapan anggaran untuk DLH Sumenep baru terealisasi 34,71 persen. Sedangkan untuk retribusi pendapatan 40,19 persen.

“Jadi anggaran yang terserap seperti untuk pemeliharaan taman-taman dan pengangkutan sampah. Itu kan jalan terus,” pungkasnya. (nam/aka)