Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsRegionalHakim Tolak Praperadilan JE, Komnas PA Desak Polda Jatim Tahan Tersangka

Hakim Tolak Praperadilan JE, Komnas PA Desak Polda Jatim Tahan Tersangka

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Komnas PA mendesak tersangka dugaan kekerasan seksual, JE segera ditangkap. Pernyataan itu dilontarkan, Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait buntut putusan hakim yang menolak gugatan praperadilan yang diajukan tersangka.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu itu ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim atas dugaan serangan persetubuhan terhadap puluhan peserta didik. Meski begitu, JE tak ditahan karena dinilai kooperatif.

Baca Juga: Terkesan ‘Diparkir’, Komnas PA Minta Kejelasan Hukum Dugaan Pelecehan Seksual di SMA SPI Batu

“Maka setelah permohonan praperadilan ditolak pengadilan, kami minta Polda Jatim menangkap dan mengurung tersangka sebelum diserahkan ke JPU,” ujar Arist.

Putusan gugatan praperadilan dibacakan hakim tunggal Martin Ginting yang memimpin persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. Hakim menolak permohonan JE karena menilai gugatan pemohon kurang pihak.

Baca Juga: Kepala DP3AP2KB: Kasus SMA SPI Batu Tak Ganggu Verifikasi KLA

Lantaran pihak Kejati Jatim yang mengembalikan berkas P-19 tidak diikutsertakan dalam permohonan praperadilan. Sehingga hakim tidak memeriksa materi pokok perkara dan dinyatakan kurang syarat formil.

“Putusan hakim merupakan kedaulatan keadilan dari Tuhan. Ini anugerah bagi anak-anak korban kekerasan seksual di Indonesia. Saya penuh harap, Polda Jatim menjerat JE dengan ancaman seumur hidup dan mewajibkan ganti rugih (restritusi),” seru Arist.

Baca Juga: Jumlah Korban Dugaan Pelecehan Seks di Sekolah SPI Batu Bertambah 9 Orang, Segera Lapor ke Polda

Dalam situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Surabaya, petitum pemohon atau pihak JE antara lain meminta agar hakim tidak mengesahkan proses penyidikan. Pihak JE juga meminta agar status tersangka tidak disahkan.

Lalu meminta agar proses penyidikan dihentikan. Termasuk juga untuk mengembalikan nama baik JE.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual, Kuasa Hukum Pendiri Sekolah SPI Batu Minta Masyarakat Tak Beropini

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, pihaknya akan melanjutkan penyidikan untuk melengkapi berkas perkara yang masih dinyatakan P-19 oleh kejaksaan. Sehingga akan melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya diserahkan ke JPU.

“Otomatis setelah ada putusan praperadilan, maka JE akan kami panggil untuk pemeriksaan tambahan. Setelah itu berkas perkara akan dikirimkan ke JPU untuk bisa dilimpahkan ke pengadilan,” tutur Gatot. (wok/wan)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Cacar Monyet Mewabah, ECDC: Lebih dari 200 Ribu Kasus Terdeteksi

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Lebih dari belasan negara di mana cacar monyet mewabah, yang sebagian besar terjadi di Eropa, telah melaporkan setidaknya satu kasus...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily