Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalGMNI dan Warga Trenggalek Tuntut Pembebasan Lahan PSN Bendungan Bagong

GMNI dan Warga Trenggalek Tuntut Pembebasan Lahan PSN Bendungan Bagong

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – TRENGGALEK – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Jawa Timur, bersama warga Desa Sumurup, Kabupaten Trenggalek, Kamis, (25/11/2021) berunjuk rasa menuntut pembebasan lahan yang sesuai, dampak dari proyek bendungan Bagong.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Bidang Kaderisasi DPD GMNI Jawa Timur, Fikri Rohmannudin, menyampaikan sebelumnya GMNI Jatim telah mendapatkan surat dari warga untuk mendampingi kasus pembebasan lahan di Bendungan Bagong yang tidak sesuai keinginan warga.

“Sebelumnya kami telah mendapatkan surat bahwa warga meminta kami dari GMNI Jatim untuk mengadvokasi persoalan yang terjadi terkait dengan Bendungan Bagong ini,” ujar Fikri.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Akui Pembebasan Lahan Sempat Berjalan Alot Selama 1 Tahun

Sebagai Ketua Tim Advokasi, dia mengatakan dengan penunjukkan oleh DPD GMNI sebagai Ketua Tim Advokas beserta Nanang Sujatmiko Bendahara DPD GMNI Jawa Timur, sebagai anggota Tim Advokasi, telah melakukan pertemuan bersama warga terdampak.

“Sesuai surat dari DPD GMNI Jatim saya dan Nanang telah menemui warga di Desa Sumurup untuk mendengarkan keluhan warga. Sehingga hari ini kami bersama warga melakukan aksi ini dalam rangka membantu warga,” pungkas Fikri.

DPC GMNI Trenggalek, turut mengawal jalanya aksi demontrasi.

Mochamad Sodiq Fauzi mengatakan akan selalu berpihak kepada rakyat dan akan selalu mengawal kepentingan rakyat.

“Kami dari DPC GMNI Trenggalek akan selalu berpihak kepada rakyat, dan akan selalu kami bela kepentingan rakyat apapun yang terjadi,” ujar Sodiq, aktivis muda Trenggalek.

Dalam aksinya, GMNI dan Warga Sumurup, menuntut pembebasan lahan warga dengan harga layak dan manusiawi dengan azas keterbukaan bukan kaleng-kalengan.

BACA JUGA: Pemkot Jakbar Ubah Lahan Warga Jadi Taman Ramah Anak di Daan Mogot

“Kami juga minta pertanggungjawaban Bupati Kabupaten Trenggalek Mochammad Nur Arifin atas pernyataan ganti untung seperti yang disampaikan pada saat sebelum penetapan lokasi, yang faktanya hingga saat ini warga masih merugi,” ujar Fikri berorasi.

Dalam orasi dan tuntutan tertulisnya, warga juga menuntut Pemerintah Daerah untuk mempercepat program tukar menukar kawasan hutan, pemukiman kembali dan relokasi makam sesuai yang digembar gemborkan Pemkab Trenggalek sebelum pembebasan lahan.

“Kita juga menuntut pelibatan warga terdampak Bendungan Bagong dalam proses dan paska proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bagong kelar,” pungkas Fikri.(ima/lna)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily