Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaNewsRegionalGenit, Tugu Tapal Batas Magetan-Ponorogo Ternyata Berwarna Pink

Genit, Tugu Tapal Batas Magetan-Ponorogo Ternyata Berwarna Pink

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Tidak semua orang tau bahkan warga Magetan sendiri, bila tapal batas antara dua Kabupaten Magetan dengan Ponorogo di Desa Tunggur Kecamatan Lembeyan ditandai dengan tugu berwarna pink.

Tugu tapal batas tersebut memiliki rilief perjuangan. Ada gambar para pahlawan seperti Pangeran Diponegro dan Jendral Sudirman dan ada logo Pemkab Magetan. Bukan soal tugunya tetapi soal warnanya yang bikin orang senyum senyum, yaitu pink seperti foto di atas.

Usut punya usut tugu tapal batas kenapa berwarna pink, ternyata ada peran para seniman ludruk yang dahulu membuat pentas pertunjukan pada sekitar tapal batas Magetan – Ponorogo tersebut. Para seniman urunan atau patungan mempercatiknya dengan mempertegas warna dan reliefnya. Pasalnya puluhan tahun tapal batas tersebut dibiarkan tak terawat.

BACA JUGA: Gubernur Khofifah Pantau Tes SKD CPNS dan Seleksi Kompetensi PPPK Pemprov Jatim 2021

“Dahulu warnanya putih, tidak terlihat ornamenya sama sekali. Kemudian kami para seniman ludrukan urunan membeli cat agar lebih bagus, pada saat itu kan mau lomba,” kata Tukiyem seniman ludruk yang juga mendirikan warung sebelah tapal batas kepada nusadaily.com, Selasa, (14/09/2021).

Saya saat itu juga ikut ngecat saat itu, lajutnya, sebelumya hanya warna putih tidak kelihatan ornamen lukisan para pahlawan dan logo Magetan.

“Tugu tapal batas ini sebenarnya lebih menjorok 100 meter ke arah Magetan tidak tepat pas di perbatasan. Bisa dikatakan tanah Magetan diambil Ponorogo bila patokannya tapal batas,” jelasnya.

Diantanya lebih lanjut soal pembangunan apakah sudah merata hingga perbatasan, Ia hanya menjawab belum. Buktinya tapal batas saja masih dibiarkan begitu sejak tahun 60 an.

“Itupun kalo bukan kami yang mengecat pasti dibiarkan begitu saja, ya mudah mudahan Magetan sisi selatan juga diperhatikan jangan hanya daerah Sarangan saja yang dibangun. Suatu daerah yang diketahui pertama kali oleh orang luar pasti tapal batas, tapal batas itu ibarat wajah suatu daerah, semestinya lebih menarik,” pungkasanya. (nto/kal)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

PCR

Aturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Satuan Tugas COVID-19  menyampaikan pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan...