Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsRegionalFinish Pertama, Eko Cahyono Terharu disambut Sekda dalam Relay Run

Finish Pertama, Eko Cahyono Terharu disambut Sekda dalam Relay Run

NUSADAILY.COM – MALANG – Sambutan Wahyu Hidayat Sekretaris Daerah Kabupaten Malang kemarin sukses membuat haru Eko Cahyono, pelari yang pertama kali capai garis finish Relay Run Pemkab Malang, Jumat 27 November 2020. Dia mengaku puas setelah mengikuti kegiatan lari estafet yang di gelar Pemkab Malang. Betapa tidak selain tidak tahu medan mana yang akan dilewati serta secara langsung dapat mengenali berbagai macam kawasan pariwisata yang dilewati selama tajuk estafet ini.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Saya terkejut sekaligus haru, disambut Sekda. Selain itu saya juga sebagai pelari tidak tahu medan mana yang akan kita lewati. Mau lewat jurang dataran atau turunan kita tidak tahu. Pelari tidak tahu rutenya. Itu surprise bagi pelari, pelari tiap hari latian, hampir 10 bulan tidak lari, dengan adanya acara ini kami sangat antusias,” kata Eko Cahyono.

Sebelum adanya covid 19 para pelari terbiasa dengan kegiatannya, mulai Surabaya maraton, Bromo Tengger Semeru maraton.

“Belakangan rutinitas kami tidak ada, dengan adanya even HUT Kabupaten Malang ini kita senang sekali. Makanya ratusan pelari berebut sedangkan kuota hanya 60. Saya juga panitia, selama 20 hari gak pulang,” ungkapnya dilansir Nusadaily.com.

Panitia mengaku, selama tentukan rute lari menemui banyak kendala sehingga harus membuat rute baru lagi.

“Sebulan kemarin panitia membuat rute, ketika hari H ada jalan pengecoran beton dan ada orang punya hajatan, otomatis panitia harus mengubah rute lagi. Lah memindahkan rute untuk tetap 21 Km itu masalah bagi panitia, karena kita tidak boleh mengurangi 21 Km itu sebab harus sesuai dengan keseluruhan rute yakni 1260 Km,” lanjut Eko.

Ia menambahkan, belum lagi ada pengecoran jalan sehingga ditutup seperti di daerah Kondang Merak, Ngliyep, Balekambang, itu kan ada pengerokan bukit nah itu banyak yang distop, sehingga pelari harus naik turun hutan. 

Jadi yang mendampingi pelari hanya sepeda motor saja karena mobil tidak bisa masuk. Sehingga tantangannya pelari harus berhati hati akan tetapi itu tak jadi masalah bagi para atlet ini, sebab semakin berat rutenya maka mereka semakin menikmatinya.

“Karena pelari kalau dapatnya datar datar saja itu tidak menarik. Bahkan kemarin yang pelari kedua di puncak bundu itu start jam 10.00 itu sangat terik. Kemudian yang jadi tantangan sore hari kita start jam 15.00, nah itu tidak dapat kita tunda startnya walaupun hujan deras,” ia mengakhiri.

Sebagai informasi, sederas apapun hujan, pelari harus start jam 15.00 karena itu sudah standartnya. Pertama jam 05.00  kemudian jam 08.00 terus jam 15.00. Karena ketika sore itu hampir dipastikan hujan. Sehingga kalau pelari dapat jadwal sore mereka pasti basah kuyup. (aje/wan)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Eks Bek MU Sarankan Harry Maguire Kunjungi Psikolog

NUSADAILY.COM - LONDON - Harry Maguire disarankan mengunjungi psikolog. Bek asal Inggris itu dinilai butuh bantuan untuk bisa bermain lebih baik. Maguire baru saja dikecam...