Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalDuh! Selain 'Open BO', Baliho Puan Juga Dicoret 'PKI' & 'Koruptor'

Duh! Selain ‘Open BO’, Baliho Puan Juga Dicoret ‘PKI’ & ‘Koruptor’

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi, sangat menyesalkan terjadinya aksi vandalisme terhadap baliho Ketua DPP PDIP dan Ketua DPR-RI, Puan Maharani, di Kabupaten Blitar dan Surabaya.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya aksi vandalisme terhadap baliho Ibu Puan Maharani di Blitar dan Surabaya,” kata Kusnadi Senin 26 Juli.

Sebelumnya ramai diberitakan, baliho Puan di Blitar menjadi korban aksi vandalisme dengan coretan menggunakan cat hitam ‘OPEN BO’.

BACA JUGA: Soal Vandalisme ‘Open BO’ di Baliho Puan: Sangat Tak Etis dan Tak Estetis

Baliho bergambar Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang tersebar di sejumlah daerah di Jawa Timur juga tak luput dari coretan dengan tulisan ‘PKI’ dan ‘Koruptor’.

Padahal baliho Puan yang dicoret-coret itu di antaranya mengampanyekan pemakaian masker, taat protokol kesehatan, kampanye vaksinasi dan menjaga imun tubuh.

“Apalagi baliho-baliho itu berisi pesan positif kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mengajak vaksinasi, di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

BACA JUGA: Ada Baliho Lebih Enak Zaman PKI di Sragen, Pemasangnya Pak Kades

PDIP Jatim menduga ada pihak yang tidak senang dengan berbagai kerja-kerja kerakyatan partai berlambang banteng ini untuk menyebarkan pesan optimis menghadapi pandemi.

“Karena mereka tidak berani menyerang aksi bagi sembako, operasional ambulans gratis, fasilitasi vaksinasi, dan sebagainya, akhirnya mereka menyasar baliho kader partai,” ujarnya.

Kusnadi mengatakan, di masa pandemi, seluruh kader PDIP telah diinstruksikan untuk aktif bekerja di tengah-tengah rakyat. Membantu meringankan beban pemerintah dan masyarakat.

Kerja-kerja sosial, gotong royong dan melakukan pendampingan terhadap keluarga yang terpapar Covid-19 dilakukan. Hal itu lah yang coba ditularkan Puan ke para kader banteng lainnya.

“Sebagai kader PDIP dan Ketua DPR-RI, Ibu Puan Maharani tidak berpangku tangan. Beliau aktif turun ke lapangan. Salah satunya ke Surabaya, beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Atas aksi-aksi vandalisme itu, PDIP Jatim pun menginstruksikan kader-kadernya untuk menempuh langkah hukum. Yakni, melaporkan hal itu ke kepolisian.

BACA JUGA: Cerita Kades Pemasang Baliho ‘Enak Zaman PKI’ Minta Maaf, Lalu Ngamuk Lagi ke Satgas

“Kami dididik untuk taat hukum. Tidak bertindak anarkis untuk mereaksi aksi-aksi vandalisme. Kami mempercayakan penuh kepada aparatur kepolisian untuk menangani kasus-kasus yang dilaporkan,” ucapnya.

PDIP kata dia telah berpengalaman menghadapi tekanan dan fitnah dari luar, karena seluruh kader dilandasi sikap kesabaran, keyakinan, dan prinsip taat hukum.

“Tekanan dari luar justru membuat PDI Perjuangan semakin solid, di bawah komando Ibu Megawati Soekarnoputri,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, baliho Puan ditulisi ‘Open BO’ sebelumnya ditemukan di depan kantor DPC PDIP Blitar, Jawa Timur.

Pada baliho itu terdapat foto diri Puan dan tertulis ucapan ‘Selamat melaksanakan Rapat Kerja Daerah PDIP Jawa Timur Di Bumi Bung Karno 21 Juni 2021’.

Sementara di bawahnya terdapat coretan ‘Open BO’, sebuah istilah yang biasa digunakan dalam praktik prostitusi.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, mengatakan pihak kepolisian kini tengah mengusut peristiwa tersebut. Seorang relawan dari kader PDIP Arteria Dahlan telah mengadukan kasus itu ke pihaknya.

“Ada orangnya Pak Arteria yang mengadukan,” kata Leo, Minggu 25 Juli, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Menurut Leo, aksi vandalisme itu masuk dalam kategori dugaan penghinaan pejabat tinggi negara. Pasalnya, Puan juga merupakan Ketua DPR RI.(jar/han)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...