Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaNewsRegionalDua Kali Diperiksa, Polisi Tak Temukan Adanya Indikasi Pidana di Fetish Mukena

Dua Kali Diperiksa, Polisi Tak Temukan Adanya Indikasi Pidana di Fetish Mukena

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Kasus dugaan pelecehan seksual fetish mukena dalam penyelidikan Polresta Malang Kota. Selain melakukan pemeriksaan terhadap korban, pihak kepolisian juga sudah melalukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku berinisial D.

Sejauh ini, polisi sudah melakukan dua kali pemeriksaan terhadap D. Terkahir, pada Kamis (16/9/2021) malam. Selama pemeriksaan, D bersikap kooperatif.

“Dua kali kita panggil dan sudah datang, yang bersangkutan kooperatif dan mengakui perbuatannya,” terang Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, Minggu (19/9/2021).

Meski sudah dilakukan pemeriksaan, pihaknya sampai saat ini belum menemukan adanya unsur pidana dalam kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kominfo dan ahli bahasa, masih belum ditemukan adanya pidana terhadap unggahan tersebut,” kata dia.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Batu ini menguraikan, pada foto korban fetish mukena, masih dalam keadaan utuh dan wujudnya tidak berubah. Kecuali, lanjut dia, sudah diubah dan diedit dengan kondisi telanjang.

“Kalau itu, jelas masuk dalam pelanggaran undang-undang ITE (informasi dan transaksi elektronik). Ahli bahasa juga sudah menyatakan bahwa ketikan komentar di satu laman juga masuh secara umum, indikasinya belum lengkap. Namun, kita masih dalami lagi,” beber dia.

Dalam hal ini, pihak kepolisian juga sudah menghadirkan psikolog untuk menangani kasus tersebut.

“Sudah kami hadirkan juga, psikolog ini berbicara tentang bagaimana seseorang ini melakukan perbuatannya,” imbuh dia.

Pria yang akrab disapa BuHer tersebut menduga, terduga pelaku tersebut memiliki hasrat dengan perempuan yang menggunakan mukena atau kerudung. Hal tersebut, dinilainya memang merupakan sebuah pelanggaran.

“Namun, diluar itu, belum ditemukan sanksi pidana, tujuan kami, bagaimana yang bersangkutan (terduga pelaku) untuk sembuh,” tandas dia.

Meski demikian, pihaknya masih terus mendalami kasis tersebut. Jika memang dalam proses pemriksaan lanjutan ditemukan unsur pidana, pihaknya secara tegas akan melakukan penindakan.

“Jika memang ada unsur pidana pada hari Senin (20/9/2021), penyidikan akan kami proses. Jika belum, kami akan sampaikan kepada publik dan perkara sebenarnya ini seperti apa,” tandas dia.(nda/kal)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...