Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaNewsRegionalDPRD Sentil Pemkab Sidoarjo: Penutupan Jalan Sukses Batasi Mobilitas Warga, Tapi Gagal...

DPRD Sentil Pemkab Sidoarjo: Penutupan Jalan Sukses Batasi Mobilitas Warga, Tapi Gagal Kendalikan Covid-19

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Kebijakan penutupan di beberapa ruas jalan protokol dan pemadaman penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Sidoarjo memang berhasil membatasi mobilitas masyarakat, tapi gagal mengendalikan Covid-19 selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal itu diungkapkan, Bangun Winarso anggota Komisi D DPRD Sidoarjo. Data di lapangan, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan terus bertambah hingga mencapai 1.800 orang, sedangkan kapasitas Bed-nya hanya 1.300.

BACA JUGA: Rakor Penanganan Covid-19 Hanya Dihadiri Pejabat Eselon 4, DPRD Sidoarjo: Buat Apa Diteruskan?

“Artinya penyekatan jalan itu tidak berdampak langsung pada pengendalian penyebaran Covid-19 di Sidoarjo,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (22/7/2021)

Fakta tingginya penyebaran Covid-19 di Kota Delta menunjukan kebijakan penyekatan jalan tidak efektif. Menurutnya, alih-alih menurunkan Covid-19, yang terjadi malah membuat para PKL dan pengusaha kecil semakin menderita.

“Justru yang terasa adalah dampak secara ekonomi, harusnya pemkab lebih memfokuskan pada tracing pada warga pada warga Isoman yang tidak mendapat perawatan di rumah sakit, karena sebetulnya itu merupakan sumber penyebaran Covid-19,” ungkap Politisi PAN itu.

Menurutnya, semestinya pemkab Sidoarjo lebih mengantisipasi penularan melalui anggota keluarga di masyarakat terutama mereka yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya masing-masing. Pasalnya bisa saja mereka mengisolasi tapi tidak sesuai dengan standar operational prosedur (SOP) sehingga tetap terjadi penularan.

“Misal saja yang kena bapaknya yang kemudian melakukan isoman di rumah sehingga seluruh anggota keluarganya tertular. Tapi si ibu tetap belanja di luar rumah dan anak-anaknya tetap bermain dengan teman-temannya. Jadi buat apa pakai penyekatan dan pemadaman PJU segala,” ungkapnya.

Pemkab Sidoarjo memang sudah merespons hal itu dengan mendirikan shelter-shelter isolasi terintegrasi di empat wilayah eks Kawedanan di Kabupaten Sidoarjo.

BACA JUGA: Ketua DPRD Sidoarjo: Kalau Dewan Batasi Kegiatan Saat PPKM Darurat, Masyarakat Bisa Berteriak

“Tapi telat, wong sudah terlanjur banyak yang tertular karena memang tidak termonitor dan tertangani dengan baik,” kata Bangun lagi.

Disisi lain pemkab Sidoarjo juga dinilai sangat lamban dalam merespon keresahan masyarakat terkait sulitnya mengakses layanan kesehatan di rumah sakit.

“Padahal UUD jelas memberikan kewajiban pada pemerintah untuk menjamin ketersediaan layanan kesehatan bagi warganya. Jadi dari hulu ke hilir gagal semuanya,” pungkasnya.(ful/lna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu