Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsRegionalDisambut Sekda, Relay Run 1260 km Finish di Museum Singhasari

Disambut Sekda, Relay Run 1260 km Finish di Museum Singhasari

NUSADAILY.COM – MALANG – Lari Estafet bertajuk Relay Run 1260 km Pemkab Malang tuntas, Jumat (26/11) hari ini. Kegiatan lari ini dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Malang ke-1260. Finish berada di Museum Singhasari Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan start 20 hari lalu di Lembah Indah Kecamatan Ngajum.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Saya ucapkan selamat kepada semua peserta yang telah berpartisipasi event yang fenomenal ini. Semoga spirit para runner dapat menularkan seluruh OPD Kabupaten Malang dalam membangun wilayah yang kita cintai ini,” papar Wahyu Hidayat, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang dilansir Nusadaily.com.

Wahyu Hidayat akan mengajukan untuk kedatangan MURI (Museum Rekor Indonesia) pada hari jadi kelak 28 November. Ini untuk mencatat rekor kegiatan ini dengan rute terpanjang yakni 1260 km.

“Rekor MURI sebagai bentuk perwujudan kami dari Kabupaten Malang untuk mengapresiasi Relay Run ini. Untuk ukuran Indonesia, mungkin kita terjauh, seperti rekom dari MURI kemarin,” paparnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu contoh masyarakat Indonesia bahwa di tengah pandemi masih tetap bisa olahraga. Tetap menjaga protokol kesehatan. 

“Walaupun di tengah pandemi, semoga masyarakat Kabupaten Malang dapat merasakan semarak perayaan ini. Saya ucapkan terimakasih kepada media karena media ikut bekerjasama dalam publikasi kegiatan ini,” lanjutnya. 

Wahyu menambahkan, ia melihat relay run ini tidak hanya sebagai olahraganya saja. Tetapi juga dapat memperlihatkan pariwisata di Kabupaten Malang kepada khalayak umum. Peserta kegiatan ini ada  dari luar kota bahkan dua orang diantaranya dari Timor Leste.

“Di tahun 2021 nanti rencananya akan ada moment seperti ini lagi. Kemudian kita rutinkan tiap tahun sebagai perayaan HUT Kabupaten Malang. Tahun depan jadi 1261 km dengan objek2 wisata berbeda,” ungkapnya.

Karena Kabupaten Malang punya banyak objek wisata belum diketahui orang lain. Inilah harus dipublikasikan.

“Jadi nanti kita melihat trennya. Kalau tidak sepeda ya lari, kalau tahun depan sepeda sendiri dan lari sendiri itu tidak masalah hanya tinggal kita melihat saja kalau sepeda objek objek nya tentu nanti berbeda. Mungkin di tempat tempat yang tidak beraspal tapi tempat penuh tantangan,” katanha mengakhiri. (aje/wan)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Eks Bek MU Sarankan Harry Maguire Kunjungi Psikolog

NUSADAILY.COM - LONDON - Harry Maguire disarankan mengunjungi psikolog. Bek asal Inggris itu dinilai butuh bantuan untuk bisa bermain lebih baik. Maguire baru saja dikecam...