Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalDireksi Baru PDP Kahyangan Nyatakan Bukan Sapi Perah Kekuasaan

Direksi Baru PDP Kahyangan Nyatakan Bukan Sapi Perah Kekuasaan

NUSADAILY.COM – JEMBER – Bupati Jember Hendy Siswanto akhirnya melantik Sofyan Sauri, Muhamad Ismaul Haqi, dan Leni Puspita Sari sebagai Direksi Perusahan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan. Pelantikan digelar di dalam aula Pendopo Wahya Wibawa Graha pada Jumat, 15 Oktober 2021 malam.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Bupati Hendy saat berpidato menyampaikan, ketiga orang direksi tersebut dipilih melalui seleksi terbuka dengan pertimbangan kemampuan dan kapasitas masing-masing.

Mereka diharapkan kelak bisa membuat PDP Kahyangan keluar dari masalah keuangan yang selama ini selalu mendera perusahaan pelat merah tersebut.

BACA JUGA: Catatan Direksi Lama PDP Kahyangan: Kerugian Rp 5 M Berkurang Jadi Rp 1 M

“Ketiga direksi kami harapkan menjadikan perusahaan lebih hidup dan sehat,” tutur Hendy usai menyerahkan surat keputusan tentang pengangkatan direksi.

Hendy berpesan, direksi bekerja secara profesional dalam mengelola seluruh aset dan keuangan perusahaan. Sedangkan, perlakuan direksi terhadap buruh dilarang berbuat semena-mena.

“Segera konsolidasi menyeluruh. Luas lahan ribuan hektare dan karyawan di dalamnya adalah kekuatan. Pendekatan yang diterapkan direksi harus humanis dan professional,” tegasnya.

Sebelumnya, nasib pelantikan Direksi PDP Kahyangan sempat menggantung saat Hendy untuk kali kedua kembali memperpanjang masa jabatan Harianto sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama hingga November 2021.

Penundaan dipengaruhi panasnya isu penolakan dari buruh. Beberapa kali buruh meminta audiensi dengan Hendy, tapi gagal. Buruh pun lantas menggelar aksi kek kantor Pemkab Jember dan memang menyatakan keraguannya terhadap direksi kemampuan anyar.

Kalangan politisi juga bersuara. Anggota Komisi B DPRD Jember Alfian Andri Wijaya berpendapat, langkah Hendy menggelar seleksi dinilai cacat hukum. Sebab, seleksi terjadi ditengah upaya revisi Perda tentang PDP Kahyangan untuk mengubah status hukum menjadi perusahaan umum daerah.

BACA JUGA: Pemkab Jember Usulkan Lima Raperda Prioritas

Di samping itu, meski hasil audit keuangan PDP Kahyangan menunjukkan hasil yang relatif bersih dengan predikat wajar tanpa pengecualian, namun neracanya merugi. Catatan kerugian senilai Rp5 miliar tahun 2016, rugi Rp754 juta pada 2017, rugi Rp2 miliar pada 2018, untung Rp633 juta pada 2019, dan kembali rugi 1 miliar pada 2020 lalu.

Sofyan yang terpilih sebagai Direktur Utama mengaku sebagai orang baru belum mengetahui detail kondisi keuangan perusahaan yang bakal dikelolanya. Kendati, ia coba memahami beberapa isu yang sedang berkembang. Seperti keuangan, perburuhan, dan tarikan kepentingan politik kekuasaan.

Masalah buruh terkait jumlah tenaga kerja yang berlebih. Sofyan meyakinkan tetap mempertahankan buruh PDP Kahyangan yang telah ada selama ini, walaupun resikonya berupa tanggungan berat beban keuangan.

“Kami rangkul serikat pekerja. Tidak ada istilahnya pengurangan karyawan. Biarkan sesuai masa pensiun mereka. Perusahaan berfungsi secara sosial dan finansial, kalaupun merugi kita lihat dan prioritas selamatkan karyawan dulu,” ucapnya.

Soal kepentingan politik, Sofyan menepisnya. Pengakuannya, dia maupun direksi yang lain sebelumnya sama sekali tidak mengenal Bupati Hendy, keluarga atau orang-orang dekatnya. Direksi merasa terpilih berdasarkan proses seleksi.

“Kita lihat saja yang dituduhkan untuk sapi perah atau apa, bagi kami enggak lah. Asli kami kesini niatan awal mau membangun. Kami bertiga sudah berada di zona nyaman, tapi sekarang dikasih amanah,” pungkasnya.

Sebagai catatan, PDP Kahyangan saat masih jaya-jayanya selalu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Jember dengan nilai miliaran rupiah per tahun. Bahkan, di tahun 2008 silam, PDP Kahyangan pernah memberi hutang kepada Pemkab Jember sebanyak Rp5,7 miliar.

Uang Rp5,7 miliar itu digunakan untuk menyewa pesawat terbang ke PT Aero Express Internasional. Pesawat sewaan dioperasikan oleh Dinas Perhubungan dengan maksud menghidupkan aktivitas Bandara Notohadinegoro.

BACA JUGA: 18 Pelamar Calon Direksi PDP Kahyangan Jember Lulus Seleksi Administrasi

Kejaksaan Agung RI menyidik penggunaan uang dari PDP Kahyangan karena ditengarai terjadi tindak pidana korupsi. Sebanyak tiga orang ditetapkan sebagai tersangka waktu itu. Yakni, Direktur PT Aero Express Raimond Mailangkay, Direktur PDP Syafril Jaya, dan Kepala Dishub Sunarsono.

Kasus dugaan korupsi berhenti ditengah jalan tanpa pernah berlanjut ke pengadilan. Begitu pun dengan nasib penggunaan uang Rp5,7 miliar yang tanpa kejelasan hingga sekarang. (sut)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily