Senin, September 26, 2022
BerandaNewsRegionalDiperiksa Penyidik Polres Pasuruan, Pedagang Pasar Desa Wonosari Sewa Pengacara

Diperiksa Penyidik Polres Pasuruan, Pedagang Pasar Desa Wonosari Sewa Pengacara

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pedagang Pasar Desa Wonosari Kecamatan Tutur yang dilaporkan tidak mau membayar sewa kios melakukan perlawanan. Dikoordinir Paguyuban pedagang Gandasari, mereka menyewa pengacara asal Surabaya untuk mendampingi proses pemeriksaan di Polres Pasuruan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pemanggilan pedagang Pasar Desa Wonosari dilakukan secara bergiliran. Mereka diminta keterangannya atas penguasaan tempat usaha berupa ruko, kios, los dan meja yang diklaim sebagai miliknya. Padahal berdasar laporan pemerintah desa, bangunan Pasar Desa Wonosari itu berdiri diatas Tanah Kas Desa (TKD).

BACA JUGA: Pedagang Wonosari Pasuruan yang Membangkang, Siap-siap Diperiksa Polisi

Sejumlah pedagang yang ditemui disela pemeriksaan penyidik, mengaku telah menyiapkan pengacara. Sebanyak 600 pedagang telah membayar iuran minimal Rp 50.000 kepada pengurus Paguyuban Gandasari untuk keperluan tersebut. Surat edaran penggalangan dana ini ditandatangani Ketua Paguyupan, Rudi Cahyono.

Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Bambang Sutedja membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah pedagang dan ketua Paguyupan Pedagang Gandasari. Menurutnya, pemeriksaan ini sebagai tindak lanjut atas laporan dari pemerintah desa atas tindakan pedagang yang tidak bersedia membayar sewa tempat usaha di Pasar Desa Wonosari.

“Mereka diminta keterangannya terkait keberadaannya di Pasar Desa Wonosari. Pemanggilan pedagang ini akan dilakukan secara bergiliran,” kata Ipda Bambang Sutedja.

Sementara itu, Dewa, penasehat hukum para pedagang Pasar Desa Wonosari menyatakan bahwa materi pemeriksaan seputar keberadaan tempat usaha pedagang di Pasar Desa tersebut. Para pedagang bersikukuh bahwa tempat usaha yang ditempatinya merupakan hasil pembelian dari pengembang yang membangun Pasar Desa Wonosari tahun 1991.

BACA JUGA: Polres Pasuruan Gelar Patroli Skala Besar, 40 Kendaraan Diamankan

“Para pedagang membeli stan pasar ke pengembang tahun 1991. Mereka memiliki bukti kuitansi jual beli stan itu,” jelasnya.

Seperti diberitakan, pada tahun 1991, pemerintah desa bekerja sama dengan investor PT Anggun Bhakti Perkasa, Sidoarjo, membangun pasar desa tersebut. Setelah 20 tahun berjalan, pengelolaan pasar dikembalikan dan menjadi asset desa.

Sesuai perjanjian, hak sewa pedagang berakhir pada tahun 2011. Mereka bisa menempati kembali dengan mengajukan permohonan sewa baru kepada pemerintah desa.

Namun sejak perjanjian berakhir, sekitar 600 pedagang yang menempati tempat usaha yang berupa ruko, kios, los dan meja, tidak mau mengajukan permohonan sewa baru. Hal ini terjadi karena para pedagang mengklaim telah membeli dan memiliki tempat usaha tersebut.

Pemdes Wonosari yang kehilangan potensi pendapatan asli desa atas sewa tempat usaha di Pasar Desa sejak tahun 2011, akhirnya menempuh jalur hukum. (oni)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut di Tol JORR, Mobil Terguling Disopiri Suami: 2 Korban Tewas Istri dan Anak!

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Mobil Toyota Calya bernopol F-1303-RS terguling setelah menabrak bagian belakang mobil boks di Km 5+800 Tol JORR arah Kembangan. Mobil...