Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalDinsos Kota Batu Berikan Bantuan Sopir

Dinsos Kota Batu Berikan Bantuan Sopir

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Dinsos Kota Batu menyiapkan bantuan kepada 300 sopir yang bernaung dalam organda. Untuk merealisasikan bantuan kepada para sopir organda itu, Dinsos telah melakukan pendataan. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Dinsos Kota Batu, Ririk Mashuri mengatakan, sopir angkot akan mendapat Rp 300 ribu per bulan. Pihaknya menyiapkan segala prosedur administrasi karena anggaran yang digunakan berasal dari pergeseran realokasi anggaran.

 “Yang jelas untuk bantuan tersebut sudah kami usulkan. Tapi perlu waktu untuk melaksanakan mekanismenya terlebih dahulu,” katanya dilansir Nusadaily.com.

Penyaluran akan disalurkan jika segala persyaratan prosedur administrasi telah dirampungkan. Jika dapat terpenuhi, maka penyaluran akan diberikan sebelum lebaran. “Namun jika prosesnya tidak cukup waktu, berarti akan cair setelah hari raya,” papar Ririk. 

Bantuan itu diberikan kepada para sopir organda lantaran saat ini ada penyekatan dan larangan mudik. Sehingga, secara otomatis pendapatan mereka sangat berkurang. Oleh karena itu, Pemkot Batu memberikan bantuan tersebut. 

“Untuk penyaluran bantuan itu, kami akan berkoordinasi dengan Bank Jatim. Sedangkan untuk penerima yang sudah meninggal akan dikembalikan ke kas daerah,” tandasnya.

Sebelumnya, Bidang Hukum Organda Kota Batu, Rudi Eko Purnomo menuturkan sepanjang pandemi, terjadi penurunan jumlah angkot di Kota Batu. Yang masih beroperasi tersisa 50 persen saja. Dari total semula ada 280 armada, hanya tersisa 140 armada.

Tak hanya itu saja, setoran yang biasanya berkisar antara Rp 40 ribu – Rp 50 ribu kini nominal yang disetorkan seadanya saja. Menyesuaikan dengan jumlah pendapatan yang mereka kantongi. “Jadi kalau cuma dapat Rp 30 ribu maka yang disetorkan bisa sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu saja. Belum tahu kedepannya ini penurunannya sampai mana,” imbuh Eko.

Keadaan itu semakin diperburuk pula dengan dibatasinya mobilitas masyarakat pada libur lebaran. Pemerintah secara ketat mengendalikan arus pergerakan masyarakat sejak lebaran 2020 lalu dan kembali diulang pada tahun 2021. Pembatasan mobilitas ini akan berdampak pada rendahnya angka kunjungan wisatawan dari luar daerah menuju Kota Batu.

“Apalagi pengunjung wisatawan biasanya didominasi oleh luar kota. Kalau seperti ini tentu kami hanya mengandalkan wisatawan lokal saja,” ujar Eko. (wok/wan)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR