Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsRegionalDinkes Surabaya Terjunkan Petugas Bantu Pelaksanaan JKS

Dinkes Surabaya Terjunkan Petugas Bantu Pelaksanaan JKS

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menerjunkan 50 orang petugas untuk membantu pelaksanaan penerapan Universal Health Coverage atau Jaminan Kesehatan Semesta (JKS) di sejumlah rumah sakit.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Terima 20 Ton Beras dari PT. JKS, Pemprov Jatim Kirim 1 Miliar ke Kalsel dan Sulbar – Nusadaily.com

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Jatim Sabtu, mengatakan para personel tersebut disebarkan untuk rumah sakit dan klinik yang tergabung dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan se-Surabaya.

“Antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan JKS dinilai luar biasa,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, berdasarkan data yang tercatat, mulai 1 April 2021 hingga hari ini sebanyak lebih dari 220 orang telah terdaftar. Dari 220 orang itu mereka terdiri dari masyarakat yang daftarnya di kelurahan maupun di fasilitas kesehatan (faskes).

BACA JUGA : Stok Beras di Perum Bulog Maluku Dalam Posisi Aman – Noktahmera.com

Ia berharap, ke depan semakin banyak lagi masyarakat yang dapat memanfaatkan layanan fasilitas kesehatan. Hal ini menjadi penting agar ketika warga sakit cukup membawa KTP saja untuk berobat ke 63 puskesmas se-Surabaya.

“Kami berharap semua warga menyempatkan diri mendaftarkan. Kalau kondisinya sehat bisa ke kelurahan akan langsung dilayani. Kalau memang sedang sakit bisa ke puskesmas terdekat dengan hanya menunjukkan KTP Surabaya. Mekanisme rujukannya tetap berjenjang ya,” katanya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan petugas Dinkes yang dikirimkan itu, bertujuan membantu rumah sakit dalam mensosialisasikan program JKS yang menjadi bagian dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

BACA JUGA : Mangkraknya Gedung Rp 11,61 Miliar dan Jejak Bupati Jember Bersama Kroni – Beritaloka.com

Selain itu, lanjut dia, apabila dalam pelaksanaan penginputan data warga, mengalami kendala teknis maka petugas Dinkes akan mengatasi permasalahan tersebut.

Hari Pertama Pelaksanaan JKS

“Jadi pada saat hari pertama pelaksanaan JKS ada beberapa rumah sakit yang sedikit mengalami kendala pada aplikasi. Nah dari situ kadinkes langsung menempatkan petugas yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan termasuk klinik,” kata Wali Kota Eri.

Menurut Eri, semua itu dilakukan agar tidak ada kendala ketika pasien datang untuk mendaftarkan diri dengan hanya membawa KTP saja. Ia menyebut, cukup dengan KTP saja, para petugas langsung meng-entry data pasien ke dalam aplikasi Cek Kependudukan Disdukcapil Surabaya dan Edabu Jamkesda BPJS Kesehatan.

“Jadi kalau ada masalah langsung dicover teman-teman Dinkes. Ini lah namanya penyempurnaan sehingga tidak ada warga yang bolak-balik. Kita coba terus sempurnakan fasilitas ini,” katanya.(ros)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Update! Siswi SMP Ngawi Kabur, Netizen: Infonya Udah Ketemu Keluarga Lur

NUSADAILY.COM – NGAWI – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) melarikan diri dari rumah Jumat, 27 Mei 2022, sekitar subuh dan viral di media...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menerjunkan 50 orang petugas untuk membantu pelaksanaan penerapan Universal Health Coverage atau Jaminan Kesehatan Semesta (JKS) di sejumlah rumah sakit.

BACA JUGA : Terima 20 Ton Beras dari PT. JKS, Pemprov Jatim Kirim 1 Miliar ke Kalsel dan Sulbar - Nusadaily.com

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Jatim Sabtu, mengatakan para personel tersebut disebarkan untuk rumah sakit dan klinik yang tergabung dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan se-Surabaya.

"Antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan JKS dinilai luar biasa," katanya.

Bahkan, lanjut dia, berdasarkan data yang tercatat, mulai 1 April 2021 hingga hari ini sebanyak lebih dari 220 orang telah terdaftar. Dari 220 orang itu mereka terdiri dari masyarakat yang daftarnya di kelurahan maupun di fasilitas kesehatan (faskes).

BACA JUGA : Stok Beras di Perum Bulog Maluku Dalam Posisi Aman - Noktahmera.com

Ia berharap, ke depan semakin banyak lagi masyarakat yang dapat memanfaatkan layanan fasilitas kesehatan. Hal ini menjadi penting agar ketika warga sakit cukup membawa KTP saja untuk berobat ke 63 puskesmas se-Surabaya.

"Kami berharap semua warga menyempatkan diri mendaftarkan. Kalau kondisinya sehat bisa ke kelurahan akan langsung dilayani. Kalau memang sedang sakit bisa ke puskesmas terdekat dengan hanya menunjukkan KTP Surabaya. Mekanisme rujukannya tetap berjenjang ya," katanya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan petugas Dinkes yang dikirimkan itu, bertujuan membantu rumah sakit dalam mensosialisasikan program JKS yang menjadi bagian dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

BACA JUGA : Mangkraknya Gedung Rp 11,61 Miliar dan Jejak Bupati Jember Bersama Kroni - Beritaloka.com

Selain itu, lanjut dia, apabila dalam pelaksanaan penginputan data warga, mengalami kendala teknis maka petugas Dinkes akan mengatasi permasalahan tersebut.

Hari Pertama Pelaksanaan JKS

"Jadi pada saat hari pertama pelaksanaan JKS ada beberapa rumah sakit yang sedikit mengalami kendala pada aplikasi. Nah dari situ kadinkes langsung menempatkan petugas yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan termasuk klinik," kata Wali Kota Eri.

Menurut Eri, semua itu dilakukan agar tidak ada kendala ketika pasien datang untuk mendaftarkan diri dengan hanya membawa KTP saja. Ia menyebut, cukup dengan KTP saja, para petugas langsung meng-entry data pasien ke dalam aplikasi Cek Kependudukan Disdukcapil Surabaya dan Edabu Jamkesda BPJS Kesehatan.

"Jadi kalau ada masalah langsung dicover teman-teman Dinkes. Ini lah namanya penyempurnaan sehingga tidak ada warga yang bolak-balik. Kita coba terus sempurnakan fasilitas ini," katanya.(ros)