Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalDigelontor Rp 3,5 Miliar, Dewan Sesalkan Kualitas Bangunan Hanggar Damkar

Digelontor Rp 3,5 Miliar, Dewan Sesalkan Kualitas Bangunan Hanggar Damkar

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM -KOTA BATU – Gedung hanggar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu resmi ditempati pada 2 Juli lalu. Letaknya berada di belakang Balai Kota Among Tani, Kota Batu. Meski bangunan ini masih tergolong baru, sejumlah kerusakan mulai terlihat pada bangunan berlantai tiga yang didominasi warna biru dan merah itu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Anggaran yang digelontorkan dalam pembangunan gedung tersebut senilai Rp 3,5 miliar. Besarnya dana yang digelontorkan tak sebanding dengan kualitas bangunan. Kerusakan terlihat pada struktur bangunan, seperti atap bocor dan plafon ambrol di ruang kamar kecil. Selain itu, dinding dan tiang beton retak.

Hal ini mengundang sorotan dari Komisi B DPRD Kota Batu. Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Hari Danah Wahyono mengaku kecewa seiring buruknya kualitas bangunan. Dari segi kelayakan juga belum memadai. Menurutnya, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu memiliki tanggung jawab untuk mendesak rekanan. Lantaran OPD ini bertindak sebagai OPD teknis pembangunan gedung.

“Hanggar ini, kami sangat kecewa sekali. Jadi, Damkar sampai sekarang masih pinjam pakai, perawatan masih menjadi kewenangan Dinas Perumahan dan Permukiman. Kami kecewa banyaknya kerusakan, ini tidak layak,” ujar Hari Danah.

Ia meminta agar Sekda dan Bapelitbangda tidak terlalu banyak mengoreksi usulan anggaran dari Damkar. Menurut politisi Gerindra itu, keberadaan Damkar sangat penting bagi masyarakat. Personel Damkar tidak sekadar memadamkan api, tepi juga menyelamatkan hewan hingga mitigasi bencana alam.

BACA JUGA: Pemprov Riau Dorong Kabupaten dan Kota Gencar Promosi Wisata Digital

“Makannya itu, saya mohon kepada Sekda dan Bapelitbangda, penganggaran dari Damkar jangan dicoret-coret. Jangan yang didahulukan proyek-proyek besar, Damkar ini untuk keselamatan kita semua kalau ada apa-apa. Bahkan musim hujan juga ada kegiatannya, yakni ketika ada tanah longsor membersihkan material longsor dari tanah,” tegasnya.

Kepala DPKP Kota Batu, Supriyanto mengungkapkan, hingga kini aset gedung itu masih pinjam pakai. Sehingga belum memiliki kewenangan penuh. Karena masih belum diserahterimakan dari DPKPP selaku ODP teknis kepada pihak Damkar sebagai OPD pengelola aset. Pihaknya pun pernah mengirimkan surat sebanyak dua kali kepada DPKPP untuk mendesak pihak rekanan memperbaiki kerusakan gedung.

Selain itu, Dinas Pemadam juga mengirimkan surat ke Sekda dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). “Namun hingga saat ini belum ada respon. Dan karena statusnya kami masih pijam pakai, maka kami juga tidak berani melakukan tindakan lebih lanjut,” jelas Supriyanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, Bangun Yulianto mengatakan bila pembangunan gedung masih jadi tanggung jawab rekanan. Saat ini masih tahap perawatan oleh rekanan. Sebelum penyerahan, rekanan harus memenuhi kewajibannya antara lain melakukan perbaikan terhadap kerusakan.

“Masih kami bayar 70 persen dari nilai kontrak. Jadi masih ada 30 persen dana rekanan di kami. Sisa itu akan dibayar bila masa pemeliharaan sudah habis. Kira-kira bulan depan sebelum serah terima aset,” jelasnya.

Bangun menegaskan jika sudah memanggil rekanan dan mereka bersedia melakukan perbaikan serta mengidentifikasi mana saja yang kurang sesuai kontrak. Jika perbaikan tidak dilaksanakan oleh rekanan atau pelaksana, maka Dinas Perumahan dan Permukiman akan mengurangi pembayaran hingga 5 persen dari nilai kontrak. “Atau melakukan penyesuaian sesuai dengan yang dikerjakan,” ujarnya. (wok/kal)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR