Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsRegionalDiduga Tak Netral, Oknum ASN Dilaporkan ke Bawaslu Sumenep

Diduga Tak Netral, Oknum ASN Dilaporkan ke Bawaslu Sumenep

NUSADAILY.COM—SUMENEP – Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi kunci keberhasilan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Ketentuan tersebut diatur dalan Pasal 3 angka 14 dan angka 15 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Akhir-akhir ini, terdapat oknum ASN Sumenep yang bertugas di Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur diduga tidak netral di Pilkada Sumenep 2020.

BACA JUGA: Gelar Mimbar Rakyat, ARB Tuntut Pemkab Sumenep Lebih Membuka Mata

Oknum ASN berinisial MS tersebut diketahui berfoto di Posko Pemenangan Paslon nomor urut 01, yakni pasangan Achmad Fauzi – Hj. Dwi Khalifah, di Kecamatan Arjasa.

Oleh karena itu, Muhammad Jatim, Warga Desa Laok Jenjang, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep melaporkan tindakan Oknum ASN tersebut ke Bawaslu Sumenep.

“Kami melaporkan oknum ASN itu karena ikut campur dalam urusan Pilkada. Semestinya ASN yang bertugas di Kecamatan tidak terlalu masuk (urusan politik). Apalagi dalam foto itu jelas berfoto dengan menunjuk satu jari,” jelas Jatim panggilan Akrabnya, Selasa 3 November 2020.

Apabila hal tersebut terus dibiarkan, lanjut Jatim, maka akan mengganggu kondusifitas masyarakat. Apalagi jelas dikatakan dalam undang-undang ASN harus netral dalam Pemilu.

“Harapan kami temuan ini mendapat perhatian dari Bawaslu. Karena jelas melanggar undang-undang,” terangnya.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Sumenep, Divisi Hukum dan Informasi, Imam Syafi’i saat dikonfirmasi membenarkan terkait adanya laporan tersebut.

BACA JUGA: Jalur Kabupaten Trenggalek-Ponorogo Ambrol, Pemkab Belum Beraksi

Syafi’i menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu pleno untuk mengetahui syarat formil. Menurutnya, jika misalkan belum terpenuhi, maka ada batas waktu tiga hari untuk memperbaiki laporan.

Namun, jika laporan tersebut sudah memenuhi syarat, maka akan ditindaklanjuti dengan cara mengundang pelapor, terlapor dan para saksi. “Apabila sudah terpenuhi, kami akan memanggil pelapor, terlapor dan para saksi,” jelasnya.

“Kita harus memastikan dulu, apakah ini masuk unsur pelanggaran pidana atau tidak, kami harus mengkaji dulu berdasarkan laporan itu,” pungkasnya. (nam/kal)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Cacar Monyet Mewabah, ECDC: Lebih dari 200 Ribu Kasus Terdeteksi

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Lebih dari belasan negara di mana cacar monyet mewabah, yang sebagian besar terjadi di Eropa, telah melaporkan setidaknya satu kasus...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily