Rabu, September 28, 2022
BerandaNewsRegionalDiduga Korban KDRT Suami Barunya, Ibu Lima Anak di Mojokerto Meninggal Dunia

Diduga Korban KDRT Suami Barunya, Ibu Lima Anak di Mojokerto Meninggal Dunia

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Sulamsih (43) warga Desa Ngabar, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) suami barunya hingga meregang nyawa pada Rabu (22/06/2022).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

F, salah satu anak korban mengaku belum mengetahui penyebab meninggalnya sang ibu. Tetapi ia meyakini hal ini akibat KDRT ayah tirinya bernama Sabiat.

Hingga hari ini, Jumat (24/6/2022), sekitar pukul 16. 00 WIB, Tim Inavis Polda Jatim masih melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian Ibu lima anak tersebut.

BACA JUGA: Curhat Medina Zein Tak Ceraikan Lukman Azhari Meski Jadi Korban KDRT

Pihak keluarga tidak terima atas meninggalnya korban yang sempat mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Nganjuk.

“Apakah ada penganiayaan atau seperti apa saya kurang tau, yang tau jelas itu Kakak saya yang ikut sama ibu dia bernama Fani yang tau, ” ucapnya.

Sementara itu, Ajib Idayasri anggota LSM Lira yang mendampingi keluarga menduga, bahwa meninggalnya korban diduga kuat karena penganiayaan.

“Dugaannya karena penganiayaan, itu kita dapat dari keterangan anaknya. Bahwa ibunya kerap dianiaya sejak pertengahan bulan puasa lalu, ” ujarnya.

Tak hanya itu, korban juga menjadi bulan-bulanan sang suami ketika dalam kondisi emosional tinggi. Meski begitu, korban sempat dibawa oleh Subiat ke sebuah padepokan selama 18 hari dengan alasan pengobatan.

Tetapi selama berada di padepokan, pihak keluarga dilarang untuk menjenguk. Hingga akhirnya korban sakit-sakitan dan dibawa ke rumah anaknya yang ada di Kabupaten Nganjuk untuk mendapat perawatan.

BACA JUGA: Miss Brasil Gleycy Correia Meninggal Dunia Usai 2 Bulan Koma

“Usai mengetahui korban meninggal dunia, katanya suaminya ini kabur, ” imbuhnya.

Menganggap ada sejumlah kejanggalan, kata Ajib, pihak keluarga kemudian meminta jenazah korban untuk dilakukan otopsi dan melaporkan kejadian itu ke Polresta Mojokerto.

“Keluarga akhirnya memilih jalur hukum dan korban diotopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Apakah ada unsur penganiayaan atau seperti apa. Kita tunggu informasi lanjutan, ” tutupnya. (din/lna)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Karier Harry Maguire di MU Sudah di Ujung Tanduk?

NUSADAILY.COM - MANCHESTER - Legenda Liverpool, Jamie Carragher beri kritik kepada Harry Maguire. Katanya, bek tengah itu sudah habis waktunya di Manchester United untuk...