Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsRegionalDatangi Wali Kota, PKL Surabaya Minta Ditambahkan Jam Operasional Usaha

Datangi Wali Kota, PKL Surabaya Minta Ditambahkan Jam Operasional Usaha

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) bersama dengan aktivis meminta kepada Pemkot Surabaya untuk merelaksasi jam operasional usaha bagi para pedagang yang ada di Kota Surabaya. Hal ini karena PKL merasa bahwa dampak penerapan PPKM Level 3 masih terasa.

Kegiatan audiensi yang digelar di ruang rapat Sekda Balai Kota Surabaya tersebut buntut dari beberapa tuntutan yang dibawa para PKL. Diantaranya adalah mendapatkan penambahan jam operasional dan mengeluhkan terkait masih adanya PKL yang belum juga mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah.

Baca juga: PD Pasar Siap Tampung PKL Liar di Pasar Tambahrejo Surabaya

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menanggapi keluhan yang disampaikan bahwa terkait jam operasional usaha di Surabaya sudah sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang PPKM. Artinya, kebijakan tersebut tak hanya berlaku di Kota Pahlawan melainkan juga di semua wilayah yang telah diatur dalam Inmendagri.

“Bahwa tidak ada kegiatan yang tidak sesuai dengan Inmendagri. Semua kota melakukan yang sama. Insya allah semua aturan itu melekat sama. Karena itulah masyarakat yang menjadi ujung tombaknya. Karena Surabaya menjadi hebat bukan karena pemerintahannya, tapi masyarakat yang menjadi ujung tombaknya. Ketika saat ini ada yang masih buka (melebihi aturan) monggo (silahkan) sampaikan,” katanya.

Lebih lanjut, terkait sasaran penerima bansos, Wali Kota Eri menuturkan, bahwa saat ini pemkot telah meluncurkan aplikasi Usul Bansos yang dapat diakses di laman: https://usulbansos.surabaya.go.id/. Melalui aplikasi itu, warga bisa melaporkan diri sendiri atau tetangga yang memang belum menerima dan membutuhkan bansos.

Baca juga: Cegah Munculnya Klaster Keluarga, Wali Kota Surabaya Siapkan Tempat Isolasi di Tiap Kelurahan

“Kita bikin aplikasi usul bansos. Semua orang bisa mengusulkan. Karena kami pemerintah tidak akan pernah sempurna tanpa informasi dari masyarakatnya. Saya berharap njenengan (anda) ini menjadi ujung tombaknya. Karena laporan itu menjadikan bantuan sosial menjadi lebih sempurna,” tuturnya.

Hadir dalam audiensi itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi beserta Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Ada juga, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan dan Kepala Staf Korem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Erwin Rustiawan mewakili Komandan Korem.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Tegaskan Komitmen Bantu UMKM

Di waktu yang sama, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan, bahwa TNI dan Polri mendukung sepenuhnya kebijakan pemkot dalam penerapan strategi penanganan Covid-19. Apalagi saat ini Surabaya telah berstatus zona kuning dan tentu harus tetap terjaga atau turun sampai zona hijau.

“Ini pertama kali Surabaya zona kuning, artinya kebanggan yang harus kita jaga. Karena ini tidak mudah dan harus tetap kita jaga. Karena itu kami mohon dukungan dari teman-teman. Kami akan terus mengantisipasi (kenaikan kasus) menjelang berakhirnya PPKM Level 3,” terang Kapolrestabes Surabaya.(jar/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...